Diduga Pelaku Bullying Timothy Ada dari Mahasiswa Koas, Pihak RS Ancam Bakal Kembalikan ke Unud
Pelaku bullying Timothy diduga ada yang merupakan mahasiswa koas di RS Ngoerah. Pihak RS mengancam akan mengembalikan pelaku ke kampus.
Ringkasan Berita:
- Ada dugaan pelaku bullying terhadap Timothy Angurah Saputra yang tewas diduga bunuh diri, adalah mahasiswa koas di RS Ngoerah.
- Pihak RS berjanji jika terbukti, maka yang bersangkutan akan dikembalikan ke pihak kampus yaitu Unud.
- Di sisi lain, sudah ada enam pelaku yang mengakui telah melakukan bullying terhadap Timothy. Mayoritas pelaku merupakan mahasiswa satu fakultas dengan Timothy.
- Para pelaku itu terancam disanksi nilai D terhadap mata kuliah yang tengah ditempuh.
TRIBUNNEWS.COM - Pelaku perundungan atau bullying terhadap Timothy Anugrah Saputra (22) diduga ada yang tengah menempuh program profesi sebagai ko-asisten (koas) di Rumah Sakit (RS) Ngoerah, Denpasar, Bali.
Terduga pelaku diduga adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud).
Sementara itu, Timothy adalah mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud yang tewas setelah melompat dari lantai dua gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025) lalu.
Korban kini tengah menjadi perbincangan publik setelah kematiannya justru menjadi bahan ejekan oleh mahasiswa lintas fakultas di Unud.
Kembali lagi tentang terduga pelaku tengah menjalani program koas, pihak RS Ngoerah mengancam yang bersangkutan akan dikembalikan kepada pihak kampus jika terbukti melakukan bullying terhadap Timothy.
Hal ini disampaikan oleh Plt. Direktur Utama (Dirut) RS Ngoerah I Wayan Sudana.
Baca juga: Cari Titik Terang, Orang Tua Timothy Bawa Kasus Kematian Anaknya ke Meja Hukum
Dia mengatakan langkah tersebut diambil karena menimbulkan citra buruk bagi RS Ngoerah dan Unud.
"Ini menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi," ungkapnya pada Minggu (19/10/2025), dikutip dari Tribun Bali.
Selain sanksi tersebut, Wayan juga mengatakan ada sanksi lain yang bakal diberikan jika mahasiswa koas tersebut terbukti melakukan bullying.
Di sisi lain, pernyataan Wayan ini sekaligus membantah bahwa terduga pelaku bullying terhadap Timothy adalah karyawan RS Ngoerah.
"Kami tegaskan kembali bahwa mereka adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngoerah, bukan sebagai karyawan RS Ngoerah sehingga tidak bisa disebut mewakili RS Ngoerah," tegasnya.
Wayan menyatakan komitmenya untuk menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai. Selain itu, ia berharapa kasus ini menjadi contoh dan pembelajaran peserta didik lainnya.
"RS Ngoerah mengajak semua pihak untuk menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik institusi serta profesi kesehatan," tegasnya.
6 Pelaku Perundungan Minta Maaf, hanya Diberi Sanksi Nilai D
Sementara, ada enam mahasiswa yang sudah mengakui telah melakukan bullying terhadap Timothy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Plt-Dirut-RS-Ngoerah-Bali-I-Wayan-Sudana.jpg)