Karyawan Ceritakan Kondisi Setelah PHK Massal di Pabrik Sepatu Nike Tangerang
Ribuan karyawan pabrik sepatu Nike di Tangerang di-PHK massal, suasana pabrik dan warung sekitar kini berubah drastis.
"Kalau di sini mah sistem nya ngajuin, jadi kalau karyawannya gak mau (di PHK) ya dia masih bisa masuk. Paling cuma dipindah ke departemen lain," kata salah satu karyawan bernama Muhlin.
Menurutnya, meski gelombang PHK di tempatnya bekerja terjadi secara besar-besaran, namun mayoritas dari mereka justru merasa senang.
"Soalnya kan pertama sistemnya pengajuan, terus ketika mereka kemaren di PHK mereka dapet dua PMTK, atau dua kali lipat gaji yang dikalikan lama bekerja," ucapnya.
"Misal dia kerja 10 tahun, nah itu dapatnya bisa ratusan juta. Soalnya gaji sekarang kan 5 juta dikali dua, terus dikali 10 tahun. Terus ditambah lagi sama uang apresiasi dan uang jamsostek," jelasnya.
Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Partai Buruh Singgung Gelombang PHK Meningkat dan Korupsi di Kemnaker
Cerita Karyawan
Muhlin bilang, dari ribuan karyawan yang di-PHK mayoritas merupakan karyawan yang bekerja di departemen produksi.
"Kalau di departemen lain itu ada cuma gak banyak, karena ada juga yang ditawarin dan dia mau," ungkapnya.
Sementara itu, Rudi pemilik warung di sekitar pabrik mengatakan, akibat gelombang PHK itu, dirinya mengalami penurunan pendapatan meskipun tidak signifikan.
"Dua hari ini agak lebih sepi sih, biasanya jam istirahat itu penuh semua," katanya.
Ahmad (27), salah satu karyawan yang mengaku bekerja di departemen sablon di PT Victory Chingluh.
Ia mengatakan, adanya gelombang PHK tersebut membuat suasana di departemen nya menjadi jauh lebih sepi dibandingkan biasanya.
"Dulu kan di line (istilah untuk satu tim di pabrik) saya jumlahnya ada puluhan orang, tapi sekarang cuma sisa kami bertiga aja," katanya kepada TribunBanten.com, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, meski tidak ada beban kerja tambahan, namun kehilangan teman kerja yang sudah bertahun-tahun bersama menyisakan kerinduan tersendiri.
"Kalau beban kerja gak nambah, cuma itu tadi jadi kehilangan teman tongkrongan," ucapnya.
Ia menjelaskan, sebelum di PHK para teman-temannya lebih dulu diliburkan selama dua pekan.
"Abis libur itu, baru lah karyawan nyerahin penang (id card karyawan) ke HRD," kata Ahmad.
Ditanya soal informasi yang sampai di karyawan terkait alasan PHK, Ahmad menyebut akibat pesanan berkurang.
"Katanya sih karena orderan di departemen itu berkurang, sama mereka juga mungkin udah jenuh atau udah pengen cari usaha lain. Karena kan mereka yang di PHK itu sistemnya ada yang ditawarin ada juga tang ngajuin penawaran," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suasana-pabrik-sepatu-Nike-di-Tangerang-tampak-lebih-sepi.jpg)