Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Update BNPB Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 316 Orang Tewas, 147 Hilang

BNPB catat 316 tewas, 147 hilang akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar. Bantuan 27 ton dikirim.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun Medan/MUHAMMAD ANIL RASYID
BANJIR - Tim SAR gabungan evakuasi korban banjir dan longsor di Sumatera, BNPB kirim bantuan logistik ke wilayah terisolasi. 

Ringkasan Berita:
  • BNPB laporkan 316 tewas, 147 hilang, ribuan warga masih mengungsi.
  • Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat alami kerusakan parah.
  • Siklon Tropis Senyar dan deforestasi memperparah banjir serta longsor.
  • 27 ton bantuan logistik dikirim lewat jalur laut ke wilayah terisolasi.
  • Tim SAR gabungan temukan korban terseret arus, akses jalan banyak terputus.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis update terbaru korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 316 orang tewas dan 147 lainnya masih hilang, menjadikan bencana ini salah satu yang paling mematikan di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 terjadi akibat kombinasi curah hujan ekstrem dari Siklon Tropis Senyar dan kerusakan lingkungan seperti alih fungsi lahan serta deforestasi. 

Faktor atmosfer dan degradasi ekosistem memperparah dampak bencana hidrometeorologi ini.

Untuk wilayah terdampak, yaitu Aceh (Pidie, Meureudu), Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan), dan Sumatera Barat (Padang, Pauh, Gunung Nago). Ratusan korban jiwa, puluhan ribu pengungsi, kerusakan jembatan, rumah, dan akses jalan.

BNPB melaporkan korban tewas dan hilang terus bertambah seiring pencarian di lokasi terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, di Sumut saat ini ada 147 orang yang dilaporkan hilang.

Di Aceh 55 orang hilang, dan di Sumbar ada 87 orang yang masih dalam pencarian.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan saat ini listrik dan air di lokasi bencana relatif sudah pulih. Meski begitu ia tak menampik masih banyak lokasi yang masih terputusu listrik dan air.

"Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam kami tahu dari PLN sudah menyebar personelnya mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat," kata Suharyanto, dalam konferensi pers daring, Minggu (30/11/2025).

BNPB Kirim 27 Ton Bantuan ke Aceh, Abdul Muhari: Prioritas Menjangkau Wilayah Terisolasi

BNPB memastikan distribusi bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh terus dilakukan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa jalur laut menjadi pilihan utama untuk menjangkau wilayah yang sulit ditembus.

“Hari ini BNPB memberangkatkan 27 ton bantuan logistik dan peralatan dari Pelabuhan Ulee Lhueu Banda Aceh menggunakan kapal Express Bahari. Bantuan ini ditujukan untuk lima wilayah terdampak, yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang,” ujar Abdul Muhari.

Menurutnya, kapal akan berhenti di dua titik distribusi: Pelabuhan Krengkuku untuk wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Rincian Bantuan

Pelabuhan Krengkuku: tenda, genset, starlink, perahu, makanan siap saji, hygiene kit, baby kit, pampers, pembalut wanita, susu, minyak goreng, kelambu, terpal, tenda keluarga, velbed, wafer, regal, malkist, beras, dan air mineral.

Pelabuhan Kuala Langsa: tenda, perahu, makanan siap saji, hygiene kit, baby kit, pampers, pembalut wanita, susu, minyak goreng, kelambu, terpal, tenda keluarga, velbed, wafer, regal, malkist, dan beras.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved