Banjir Bandang di Sumatera
Update BNPB Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 316 Orang Tewas, 147 Hilang
BNPB catat 316 tewas, 147 hilang akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar. Bantuan 27 ton dikirim.
“Total 85 orang meninggal dunia hingga Sabtu pukul 20.00 WIB,” ujarnya.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Agam tercatat terdampak bencana.
Meliputi Malalak, Matur, Tanjung Raya, Palupuh, dan Palembayan.
Khusus di Palembayan, beberapa jorong mengalami dampak signifikan, seperti Jorong Koto Alam, Kampuang Tangah Barat, Kampuang Tangah Timur, dan Subarang Aia.
Dari total korban jiwa, Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak, yakni 22 orang setelah proses identifikasi.
Di Jorong Subarang Aia tercatat 17 orang meninggal dunia.
Selanjutnya, di Kampuang Tangah Timur ditemukan 9 korban meninggal, sedangkan Kampuang Tangah Barat mencatat 7 korban.
Di Malalak, petugas mencatat 10 korban meninggal dunia.
Untuk wilayah Matur, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Sementara di Tanjung Raya, jumlah korban bertambah menjadi 6 orang, dengan dua di antaranya belum teridentifikasi.
Di Palupuh, terdapat satu korban meninggal dunia.
Roza menambahkan, terdapat tambahan 12 jenazah yang belum teridentifikasi dari beberapa lokasi.
Butuh Sembako
Pemerintahan Kabupaten Agam mengeluarkan daftar kebutuhan mendesak untuk korban banjir bandang di daerahnya.
Diketahui, bencana alam menerjang berbagai daerah di Kabupaten Agam.
Sehingga banyak akses jalan putus dan rumah warga hancur akibat bencana alam tersebut.
Tidak hanya itu, dampaknya terhadap masyarakat yang saat sekarang membutuhkan bantuan sembako, peralatan medis, dan kebutuhan lainnya.
Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti ditemui di Lubuk Basung, mengatakan masyarakat di Kabupaten Agam saat sekarang sangat membutuhkan berbagai macam bantuan.
"Mulai dari kebutuhan pokok dan logistik, seperti beras, makanan instan, minyak goreng, air mineral, makanan bayi dan siap saji," ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Lalu, masyarakat di Kabupaten Agam juga membutuhkan tenaga relawan medis, tenaga evakuasi dan relawan logistik.
"Masyarakat juga membutuhkan pakaian bersih layak pakai, selimut dan handuk," tuturnya.
"Kemudian tenda atau terpal, susu bayi, obat-obatan umum dan P3K, perlengkapan kebersihan, hingga popok bayi dan dewasa," tambahnya.
BERITA TERKAIT
Baca juga: Dokkes Polres Aceh Barat Layani Kesehatan Warga yang Terdampak Banjir Meureubo
Baca juga: Subholding Upstream Pertamina Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sumatera
Baca juga: Brimob Polda Aceh Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Lhokseumawe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-di-medan-asdfAWEFQW3F.jpg)