Banjir Bandang di Sumatera
Update BNPB Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 316 Orang Tewas, 147 Hilang
BNPB catat 316 tewas, 147 hilang akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar. Bantuan 27 ton dikirim.
Abdul Muhari menekankan bahwa distribusi ini merupakan tahap awal dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan lapangan.
“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan kebutuhan dasar, terutama di wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor. BNPB bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.
Evakuasi Korban Banjir di Sibolga–Tapteng
Ditpolairud Polda Sumatera Utara bersama Tim SAR gabungan terus bekerja maksimal dalam penanganan banjir yang melanda dua wilayah tersebut, Kamis (27/11/2025). Sejak pagi hingga malam hari, personel melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk memastikan warga terdampak bisa segera dievakuasi.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa Polri bersama Basarnas, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya hadir secara penuh dalam upaya penanganan bencana.
“Polda Sumut melalui jajaran Polairud dan unit kepolisian lainnya berkomitmen hadir secara total untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Ferry.
Sejak pukul 08.00 WIB, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pers KP Antareja Dit Polair Baharkam Polri pimpinan AKBP Selamat Urip, personel Markas Polairud Tapteng, Basarnas Pos Sibolga, dan Babinsa Desa Tanah Bolon mengawali tugas dengan apel gabungan. Setelah itu, tim bergerak menyisir sejumlah titik yang paling terdampak banjir.
Lokasi pertama yang dituju adalah kawasan Perumahan D Permai–BTN dan permukiman sekitar Sekolah Yayasan Fransiskus Pandan. Proses evakuasi berlangsung lancar dan seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi aman.
Pada pukul 11.00 WIB, tim menghadiri rapat koordinasi di Kantor Bupati Tapteng yang dipimpin Sekda setempat untuk membahas kendala di lapangan.
Memasuki siang hari, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Tuka dan Desa Tanah Bolon, dua wilayah dengan dampak banjir paling berat. Akses menuju lokasi terhambat jembatan rusak dan longsor, sehingga personel harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dengan berjalan kaki.
Sesampainya di lokasi, tim melakukan penyisiran lanjutan dan menemukan sejumlah korban yang terseret arus. Berdasarkan laporan masyarakat, masih banyak korban yang diduga berada di sekitar aliran Sungai Tanah Bolon.
Dari hasil operasi, tujuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Enam telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara satu korban yang belum teridentifikasi dibawa ke RSUD Pandan.
Kombes Pol Ferry menegaskan bahwa berbagai hambatan tidak menyurutkan semangat personel di lapangan.
“Akses terputus, listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, serta minimnya alat berat menjadi tantangan serius. Namun seluruh personel tetap bekerja tanpa lelah demi mengevakuasi korban dan memastikan masyarakat aman,” jelas Ferry.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan logistik karena jalur distribusi sempat terhambat dan berpotensi memicu kelangkaan kebutuhan pokok. Polri bersama pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, khususnya yang terisolasi.
Menutup keterangannya, Ferry menyebut operasi SAR akan dilanjutkan hari berikutnya mengingat masih adanya laporan warga yang hilang di sekitar kawasan Sungai Tanah Bolon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-di-medan-asdfAWEFQW3F.jpg)