Geger Penemuan Mayat Diduga Korban Pembunuhan di Jogja dan Warga Pinrang Temukan Kerangka Manusia
Warga Wirobrajan Jogja menyebut NP bukan penghuni tetap sedangkan identitas tulang belulang masih misterius
TRIBUNNEWS.COM, KOTA YOGYAKARTA - Warga di RT 40 Kampung Ketanggungan, Wirobrajan, Yogyakarta mendadak geger setelah warga menemukan seorang pria tergeletak bersimbah darah pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Garis polisi kini menutup rumah sederhana tempat jasad ditemukan, sementara bercak darah masih terlihat jelas di depan pintu.
Rumah tersebut dalam keadaan kosong, dan spanduk putih dipasang polisi untuk membatasi pandangan warga.
Korban diketahui berinisial NP (25). Ia ditemukan tak bernyawa di teras rumah dengan luka parah: mata lebam, kepala sobek diduga akibat hantaman benda tumpul, serta jempol kaki pecah bersimbah darah.
Warga menyebut NP bukan penghuni tetap.
“Jarang terlihat, kadang pulang lalu menghilang,” kata seorang warga.
Baca juga: Misteri Jenazah Terbungkus Kain Diduga Korban Pembunuhan, Aksi Perempuan Bikin Penggali Kubur Curiga
Diduga Korban Pengeroyokan
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa kasus ini bukan kematian biasa.
“Diduga korban pengeroyokan. Pelaku lebih dari satu orang,” ujarnya.
Polisi mengaku telah mengantongi identitas para terduga pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran.
“Mohon waktu, mudah-mudahan besok bisa kita rilis,” tambahnya.
Ketua RT 40, Totok Yuniarto, memastikan bahwa NP bukan warga Kampung Ketanggungan.
Ia hanya menumpang di rumah milik Kirdi, seorang pengurus sepak bola di lapangan Mancasan.
“Dia hanya sesekali datang, mungkin sekadar main atau menginap,” tuturnya.
Jasad NP pertama kali ditemukan oleh anak-anak sekolah yang hendak meminjam bola kepada Kirdi.
“Sekitar jam 5 pagi anak-anak mau pinjam bola. Ada mayat tergeletak, langsung ramai. Sekitar jam 8 baru dibawa ambulance,” ujar Totok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mayatjogja1111.jpg)