Rabu, 27 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir Rendam 90 Persen Tamiang, Kapolda Aceh Tempuh Jalan Darat 5 Hari via Jalur Terputus

Banjir bandang lumpuhkan Aceh Tamiang, akses hanya bisa ditembus perjalanan darat lima hari jalur terputus.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/ISTIMEWA
BENCANA ACEH TAMIANG - Banjir bandang lumpuhkan Aceh Tamiang, akses hanya bisa ditembus perjalanan darat lima hari jalur terputus. 

Ringkasan Berita:
  • 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam. Aktivitas sosial dan ekonomi lumpuh total.
  • Perjalanan darat ekstrem 5 hari. Jalur terputus, lumpur pekat, arus deras, dan longsor.
  • Polres dan kantor pemerintahan tenggelam. Fasilitas publik rusak, kendaraan dinas hancur.
  • Instruksi evakuasi darurat. Lansia, anak-anak, dan kelompok rentan jadi prioritas.
  • Bantuan airdrop Polri. Logistik dan obat-obatan dijatuhkan ke wilayah terisolir.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh lumpuh akibat banjir bandang. Akses hanya bisa ditembus melalui perjalanan darat lima hari melewati jalur terputus.

Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah di Sumatra yang terdampak banjir dan longsor. Bencana terjadi di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Berdasarkan sumber Tribunnews.com di lapangan pada Selasa (2/12/2025), Aceh Tamiang hancur lebur. Sarana air bersih tidak tersedia. Listrik padam sehingga gelap Julita.

Toko-toko di wilayah itu tutup. Adapun mayat tidak dapat dikuburkan karena kekurangan tenaga dan lahan masih kena banjir.

Mobil bergelimpangan dan tenggelam. Rumah terendam air dan pindah lokasi.

Polres Aceh Tamiang tenggelam dan sarana prasarana penunjang kerja polisi rusak. Begitu juga dengan kantor Polsek di wilayah hukum Aceh Tamiang terdampak bencana. Kendaraan dinas Polri rusak. 

“Persis seperti tsunami (2004,-red) di Banda Aceh,” kata salah satu sumber.

Kapolda Aceh Tempuh Jalur Darat 5 Hari

Melihat situasi ini, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah didampingi pejabat utama Polda Aceh menempuh perjalanan darat selama lima hari penuh. 

“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dalam keterangannya pada Selasa (2/12/2025).

Kapolda Aceh menempuh perjalanan ekstrem yang secara teknis hampir mustahil ditempuh. Di sejumlah lokasi, rombongan harus memasuki jalur yang telah berubah menjadi sungai lumpur dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat mengancam nyawa.

Mereka melewati jalur yang terputus, terendam air, tertutup lumpur pekat, serta di sejumlah titik harus menyeberang dengan perahu. Hal ini karena jalan raya berubah total menjadi sungai berarus deras.

Meskipun mengalami hambatan dalam perjalanan, dia berupaya memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan Kepolisian di tengah bencana.

“Saya mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil  dalam  penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.

Setibanya di lokasi, Kapolda langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran. Ia memerintahkan percepatan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. 

Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved