Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU di Aceh dan Sumut, Ini Kata Pertamina

Pertamina menyatakan pasokan BBM untuk Banda Aceh normal seperti biasa, namun karena panic buying menyebabkan antrean. 

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunnews.com/Serambinews.com/Zainal Arifin
ANTREAN MENGULAR- Antrean di dua SPBU di kawasan Ingin Jaya Aceh Besar, dan Lueng Bata Banda Aceh pada, Selasa puku 13.45 siang 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah SPBU di Banda Aceh diserbu warga hingga mengakibatkan antrean panjang
  • Pertamina menyatakan pasokan BBM untuk Banda Aceh normal seperti biasa, namun karena panic buying menyebabkan antrean. 
  • Antrean panjang juga terjadi di SPBU di wilayah Sumatra Utara.

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh, Provinsi Aceh diserbu warga yang antre membelli bahan bakar minyak (BBM).

Antrean panjang kendaraan masih terpantau di sejumlah SPBU di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, Selasa (2/12/2025) siang. 

Berdasarkan rekaman video yang diterima Tribunnews, antrean pengendara mengular di kawasan Ingin Jaya Aceh Besar, dan Lueng Bata Banda Aceh pada, Selasa puku 13.45 siang.

Baca juga: Akses Jalan Rusak di Bireuen jadi Kendala Distribusi Bantuan untuk Korban Bencana Banjir Aceh

Dalam video terlihat antrean panjang kendaraan –didominasi sepeda motor-- di SPBU Desa Pante, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. 

SPBU ini berada di ruas Jalan Raya Lambaro (Jalan Banda Aceh - Medan) berjarak sekira 1,5 kilometer dari Kantor Harian Serambi Indonesia. 

Sementara video kedua adalah suasana antrean di SPBU yang berada di Desa Cot Mesjid Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh. SPBU ini juga di ruas Jalan Raya Lambaro/Jalan Tgk Imum Luengbata, sekira 1 Km dari Kantor Serambi.

Jarak antara dua SPBU ini hanya terpaut sekira 2,5 kilometer dan berada di ruas jalan yang sama.

Sementara itu, sebuah postingan yang beredar di media sosial merekam dialog antara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, pihak Pertamina. 

Dalam sebuah postingan di akun medsos milik Illiza ini, Pertamina menyatakan pasokan BBM untuk Banda Aceh normal seperti biasa, namun karena panic buying menyebabkan antrean. 

Menurut pihak Pertamina, yang terkendala justru elpiji karena selama ini dikirim via darat dari Arun di Lhokseumawe. Pengiriman LPG terkendala karena putusnya jembatan Kutablang Bireuen. 

Pertamina telah mengalihkan pengiriman elpiji ke Banda Aceh melalui jalur laut sehingga durasi perjalanannya lebih lama.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM untuk masyarakat di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dalam kondisi aman seiring pulihnya operasional suplai bahan bakar minyak (BBM) dari jalur laut. 

Baca juga: Banjir Rendam 90 Persen Tamiang, Kapolda Aceh Tempuh Jalan Darat 5 Hari via Jalur Terputus

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa operasional 19 terminal BBM di Sumatera bagian utara telah kembali normal setelah beberapa kapal pengangkut BBM bisa sandar. 

"Dengan pulihnya suplai laut, stok BBM di terminal meningkat dan kini upaya pemulihan difokuskan pada akselerasi distribusi menuju SPBU titik-titik strategis," ujar Mars Ega, Selasa (2/12/2025).

Mars Ega menjelaskan bahwa sekitar 90 persen SPBU di wilayah terdampak bencana saat ini sudah kembali terlayani. Namun sejumlah titik, khususnya sebagian wilayah Aceh dan Sibolga, masih menghadapi tantangan distribusi karena akses jalan terputus. 

Untuk mempercepat pembukaan jalur yang terdampak, Pertamina Patra Niaga memasok BBM ke alat berat milik Kementerian PUPR baik melalui kemasan drum maupun jeriken. 

“Pengiriman khusus juga dilakukan menggunakan Hercules TNI AU, yang mengangkut 25 drum Solar dan Pertamax ke Pinangsori, daerah yang masih terisolir dari Sibolga agar alat berat dapat segera beroperasi membuka jalur logistik dari kedua arah," tambahnya.

Mars Ega juga menyebut, operasi bantuan udara terus diperkuat melalui dukungan pasokan avtur untuk Hercules dan helikopter yang melakukan evakuasi serta pengiriman logistik. 

"Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan avtur untuk pergerakan pesawat bantuan tetap terjaga agar akses udara bagi masyarakat tidak terputus," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Mars Ega, pasokan LPG masih menghadapi tantangan, terutama di Aceh yang akses daratnya belum sepenuhnya pulih. Untuk itu, suplai LPG ke Banda Aceh dialihkan melalui jalur laut dari Lhokseumawe. 

“Pertamina Patra Niaga menargetkan dua hari ke depan distribusi LPG kepada warga dapat dinormalkan secara bertahap,” katanya.

Lebih lanjut, Mars Ega menyebut, untuk mempercepat pemulihan layanan energi secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga juga melakukan mobilisasi awak mobil tangki tambahan. 

Hingga kini, sebanyak 58 Awak Mobil Tangki (AMT) didatangkan dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan, dan jumlah tersebut ditargetkan hingga 80 AMT guna memastikan pengiriman BBM semakin cepat dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Mars Ega juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan karena pasokan dalam kondisi terkendali. 

Baca juga: UPDATE Banjir Aceh-Sumut-Sumbar: Korban Jiwa 659 Orang, Berikut Rinciannya

Sebagai bentuk percepatan pelayanan bagi instansi penting seperti rumah sakit, penyedia jaringan komunikasi, serta operasional alat berat dalam kondisi darurat, Pertamina Patra Niaga menyiapkan nomor khusus yang dapat dihubungi untuk permintaan BBM cepat melalui nomor 0822-7692-9620. Sementara itu, layanan informasi untuk masyarakat tetap melalui Pertamina Contact Center 135.

“Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina,” pungkasnya.(*)

Antrean di Sumut

Warga yang mengantre BBM juga terjadi di Sumatra Utara (Sumut). Antrean panjang terjadi di SPBU Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Meski warga sudah mengantre sejak sore, mereka belum tentu mendapatkan BBM.

Kelangkaan BBM di SPBU Tarutung sudah berlangsung selama satu pekan terakhir. Bencana banjir dan longsor di berbagai daerah di Sumatera Utara menyebabkan keterlambatan pengiriman. Senin (1/12/2025) malam, ratusan motor dan mobil memenuhi SPBU. Warga juga membawa jeriken karena kendaraan mereka mogok kehabisan bahan bakar.

Sebagian warga beruntung dapat mengisi BBM hingga penuh setelah dua jam mengantre. Namun, ada juga yang pulang dengan tangan kosong karena stok BBM telah habis.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir pasokan BBM di Kabupaten Bireuen, Aceh, terhenti karena jembatan lintas nasional putus diterjang banjir.

Warga rela mengantre seharian demi mendapatkan BBM jenis Pertalite. Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Antrean ini terjadi sejak dua hari terakhir karena pasokan BBM dari Depot Lhoseumawe berhenti sejak banjir bandang. (Serambi/KompasTV/Tribunnews)

Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Jangan Panik! Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi di Aceh-Sumut-Sumbar Aman

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved