Banjir Bandang di Sumatera
Rombongan PMI Lhokseumawe Terpaksa Jalan Kaki 78 Km Karena Akses Jalan Terputus
Rombongan berjumlah delapan orang tersebut berjalan kaki karena jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) ambles dan dipenuhi longsor.
"Kawasannya masih dalam Kabupaten Bener Meriah" katanya.
Di titik pengungsian tersebut mereka istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa.
Tepat pada pukul 06.00 WIB, yakni sudah memasuki hari Minggu (30/11/2025), mereka kembali berjalan kaki.
Medan yang dilalui masih sangat berat. Karena selain ada jalan yang amblas, ada juga longsor.
"Hitungan kami, ada sekitar delapan titik yang jalannya putus total. Sedangkan untuk longsor, sangat banyak," katanya.
Saat memasuki Gunung Salak, yakni sudah dalam wilayah Aceh Utara, medan yang dilalui tidak separah sebelumnya.
Baca juga: Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU di Aceh dan Sumut, Ini Kata Pertamina
Walaupun masih ditemukan sejumlah lokasi yang ditutupi longsor atau pun jalan amblas.
"Sekitar pukul 5 sore, kami pun sampai ke Simpang KKA Aceh Utara dengan selamat," katanya.
Setelah itu mereka pun mengisi daya handphone, lalu menelepon temannya agar dijemput ke lokasi.
Lalu dari Simpang KKA, mereka pun pulang memggunakan mobil ke Lhokseumawe.
Jadi dia berpesan pada warga, bila memang saat ini tidak terlalu darurat, agar menghindari perjalanan lintas KKA, disebabkan kondisi medan memang sangat berbahaya.
81 Orang Meninggal
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara terus bertambah dan kini mencapai 81 orang.
Sedangkan 90 warga lainnya masih hilang Senin (1/12/2025) malam.
Situasi darurat ini membuat Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa), turun langsung ke lapangan memastikan distribusi logistik bagi puluhan ribu pengungsi yang tersebar di ratusan titik pengungsian.
Banjir yang berlangsung selama lima hari terakhir dipicu cuaca ekstrem, tingginya curah hujan, dan kedangkalan sungai, diperparah dengan jebolnya beberapa tanggul dan tebing sungai di Kecamatan Samudera, Nibong, Lhoksukon, dan Langkahan, serta meluapnya aliran Krueng Keureuto, Krueng Ajo, Krueng Nisam, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Sawang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-PMI-Lhokseumawe-M-Agam-Khalilullah.jpg)