Banjir Bandang di Sumatera
Rombongan PMI Lhokseumawe Terpaksa Jalan Kaki 78 Km Karena Akses Jalan Terputus
Rombongan berjumlah delapan orang tersebut berjalan kaki karena jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) ambles dan dipenuhi longsor.
Ringkasan Berita:
- Rombongan Ketua PMI Lhokseumawe jalan kaki sejauh 78,4 Km dari Bener Meriah.
- Rombongan jalan kaki karena jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) ambles dan dipenuhi longsor.
- Medan yang dilalui masih sangat berat. Karena selain ada jalan yang amblas, ada juga longsor.
TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Rombongan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe, M Agam Khalilullah terpaksa berjalan kaki dari Kabupaten Bener Meriah ke Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.
Rombongan berjumlah delapan orang tersebut berjalan kaki karena jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) ambles dan dipenuhi longsor.
Rombongan tersebut awalnya mengikuti kegiatan PMI Provinsi Aceh, di Takengon Kabupaten Aceh Tengah pada 25 -26 November 2025.
Baca juga: Gempa Hari Ini, Bener Meriah Aceh Diguncang Gempa M 4,7 Berpusat di Darat
Selesai acara, rombongan berencana pulang. Namun sayang, jalan lintas Bireuen-Takengon sudah mulai tertimbun longsor. Mereka harus bertahan di Kota Takengon selama tiga hari.
Pada Sabtu (29/11/2025) siang, rombongan mengendarai mobil mencoba bergerak menuju Bener Meriah.
"Kami yang pertama melintas. Alhamdulillah lewat hingga sampai ke Bener Meriah," kata Agam Khalilullah.
Sampai di Bener Meriah, mereka baru tahu jalan KKA dipenuhi longsor. Mobil kemudian dititipkan di ruah teman dan mereka berjalan kaki.
Lalu dia bersama tujuh temannya yang lain nekat berjalan kaki melintasi jalan KKA agar bisa kembali ke Kota Lhokseumawe.
Berdasarkan data yang tersedia di google maps, jarak Bener Meriah ke Lhokseumawe adalah 78,4 Km.
Menurut M Agam, mereka mulai bergerak dari Bener Meriah pada pukul 17.00 WIB atau pukul 5 sore.
Namun meskipun harus berjalan kaki, medan yang dilalui sengat berbahaya.
Saat ada jalan yang putus total, maka mereka harus turun ke bawah tebing mencari jalan alternatif.
Baca juga: Kemendagri: Karhutla di Kota Wisata Takengon Aceh Tengah Seluas 15 Hektar, Penyebab Belum Diketahui
Di samping itu juga, mereka harus melintasi jalan yang dipenuhi lumpur akibat longsor.
"Ada juga badan jalan yang dipenuhi bebatuan karena longsor. Tapi kami dengan penuh kehati-hatian tetap berupaya melintas," katanya.
Istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa sekitar pukul 22.00 WIB atau pukul 10 malam, mereka sampai di lokasi pengungsian warga setempat.
"Kawasannya masih dalam Kabupaten Bener Meriah" katanya.
Di titik pengungsian tersebut mereka istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa.
Tepat pada pukul 06.00 WIB, yakni sudah memasuki hari Minggu (30/11/2025), mereka kembali berjalan kaki.
Medan yang dilalui masih sangat berat. Karena selain ada jalan yang amblas, ada juga longsor.
"Hitungan kami, ada sekitar delapan titik yang jalannya putus total. Sedangkan untuk longsor, sangat banyak," katanya.
Saat memasuki Gunung Salak, yakni sudah dalam wilayah Aceh Utara, medan yang dilalui tidak separah sebelumnya.
Baca juga: Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU di Aceh dan Sumut, Ini Kata Pertamina
Walaupun masih ditemukan sejumlah lokasi yang ditutupi longsor atau pun jalan amblas.
"Sekitar pukul 5 sore, kami pun sampai ke Simpang KKA Aceh Utara dengan selamat," katanya.
Setelah itu mereka pun mengisi daya handphone, lalu menelepon temannya agar dijemput ke lokasi.
Lalu dari Simpang KKA, mereka pun pulang memggunakan mobil ke Lhokseumawe.
Jadi dia berpesan pada warga, bila memang saat ini tidak terlalu darurat, agar menghindari perjalanan lintas KKA, disebabkan kondisi medan memang sangat berbahaya.
81 Orang Meninggal
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara terus bertambah dan kini mencapai 81 orang.
Sedangkan 90 warga lainnya masih hilang Senin (1/12/2025) malam.
Situasi darurat ini membuat Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa), turun langsung ke lapangan memastikan distribusi logistik bagi puluhan ribu pengungsi yang tersebar di ratusan titik pengungsian.
Banjir yang berlangsung selama lima hari terakhir dipicu cuaca ekstrem, tingginya curah hujan, dan kedangkalan sungai, diperparah dengan jebolnya beberapa tanggul dan tebing sungai di Kecamatan Samudera, Nibong, Lhoksukon, dan Langkahan, serta meluapnya aliran Krueng Keureuto, Krueng Ajo, Krueng Nisam, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Sawang.
Upaya penanganan semakin sulit akibat pemadaman total jaringan listrik dan komunikasi di sebagian besar wilayah Aceh Utara.
Internet dan layanan telepon tidak berfungsi, menghambat penyampaian laporan darurat, koordinasi evakuasi, dan distribusi logistik.
Banyak permukiman penduduk yang masih terendam banjir dan lumpur sehingga akses petugas menuju lokasi pengungsian juga terhambat.
Penulis: Saiful Bahri
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Begini Kisah Warga Lintasi Jalan KKA Bener Meriah ke Aceh Utara dengan Berjalan Kaki Selama 24 Jam
dan
BREAKING NEWS - Korban Banjir Aceh Utara Jadi 81 Orang, Ayah Wa Distribusikan Logistik ke Pengungsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-PMI-Lhokseumawe-M-Agam-Khalilullah.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.