Banjir Bandang di Sumatera
Bupati Aceh Besar Soroti Warga yang Beli BBM Pakai Jerigen: Orang Lagi Sulit Antrean
Muharram Idris meminta agar BBM yang dibeli menggunakan jerigen tersebut tidak dijual lagi dengan harga tinggi.
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram meminta warga yang membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen tidak menjual lagi dengan harga tinggi.
- Bupati meminta agar masyarakat tidak perlu panik akan isu kelangkaan BBM.
- Pertamina mengimbau agar masyarakat tidak panik, lantaran kondisi stok BBM di terminal Krueng Raya aman.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH BESAR - Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram menyoroti warga yang membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen.
Keterangan tersebut disampaikan Muharram Idris saat meninjau SPBU Lamsayeun bersama Dandim 01/01 BNA, Kapolres Aceh Besar, Kejari, pihak pertamina dan sejumlah unsur forkopimda lainnya, Rabu (3/12/2025).
“Kita minta masyarakat jangan manfaatkan situasi saat ini. Orang lagi sulit antrian, jangan sengaja beli BBM dengan jerigen, lalu jual ke masyarakat dengan harga tinggi,” kata Syech Muharram.
Baca juga: Daftar Lengkap 266 Wilayah Terisolir di Aceh, Sumbar, Sumut akibat Banjir-Tanah Longsor
Muharram Idris meminta agar BBM yang dibeli menggunakan jerigen tersebut tidak dijual lagi dengan harga tinggi.
“Penjual ecer harus sesuai harga standar, jangan menjual sampai Rp30 ribu/liter. Ini bisa berurusan dengan pihak penegak hukum. Kita harap dalam musibah ini, mari sama-sama kita menjaga, jangan mencari keuntungan dalam musibah,” jelasnya.
Muharram Idris meminta agar masyarakat tidak perlu panik akan isu kelangkaan BBM.
Pasalnya, dari pihak Pertamina memastikan bahwa stok BBM untuk Aceh aman dan selalu didistribusikan.
Namun yang terjadi saat ini antrian panjang kendaraan baik roda dua maupun empat menyebar hampir di setiap SPBU di Aceh Besar.
Antrean panjang itu sudah meresahkan.
Sehingga pihaknya ingin memastikan bahwa BBM ke SPBU cukup atau tidak.
“Dari pihak Pertamina memastikan bahwa BBM cukup dan aman untuk masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar. Bahkan sudah ditambah lagi kuotanya,” kata Syech Muharram kepada Serambinews.com di lokasi.
Antrean panjang itu bisa disebabkan adanya kepanikan di masyarakat akan isu BBM langka.
Sehingga berharap masyarakat lebih tertib dan tak perlu mengantri panjang saat terik matahari.
Baca juga: Kemenperin Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pihaknya juga sudah meminta kepada Pertamina, untuk menginstruksikan ke SPBU yang ada di Aceh Besar, agar melayani masyarakat dari jam jam tujuh pagi hingga 12 malam.
Pasalnya secara laporan, BBM tidak kosong dan relatif aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Besar-Muharram-Idris-bersama-Sales-Branch-Manager-Pertamina-Aceh.jpg)