Minggu, 11 Januari 2026

Wali Kota Agustina Wilujeng Tegaskan Modernisasi Armada untuk Perkuat Layanan Trans Semarang

Agustina menegaskan bahwa transportasi publik merupakan wajah kota dan tidak bisa dikelola secara setengah-setengah.

Editor: Content Writer
Dok. Pemkot Semarang
TRANS SEMARANG - Pemkot Semarang mempercepat modernisasi armada dan memperketat standar operasional Trans Semarang demi layanan publik yang aman dan andal. 

TRIBUNNEWS.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk mempercepat modernisasi armada sekaligus memperkuat transformasi layanan pada sistem transportasi publik Trans Semarang. Komitmen ini disertai evaluasi ketat terhadap berbagai aspek teknis dan operasional untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Trans Semarang harus memberikan layanan terbaik, aman, dan memenuhi standar kelayakan yang ketat. Tidak boleh ada kompromi soal keselamatan,” tegas Agustina Wilujeng.

Sebagai operator teknis, BLU UPTD Trans Semarang disebut telah menerapkan mekanisme verifikasi kelayakan armada yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan fisik dan dokumen, termasuk ramp check harian sebelum armada dilepas ke jalur.

Jika ditemukan indikasi gangguan teknis, armada langsung ditarik dan diserahkan kepada mekanik untuk diperbaiki. Sebelum kembali beroperasi, unit wajib menjalani pemeriksaan ulang guna memastikan seluruh komponen laik jalan.

Menurut Agustina, proses evaluasi tersebut bukan sekadar formalitas administratif. Ia menegaskan pengoperasian Trans Semarang harus mengikuti standar profesional, termasuk kewajiban operator mengganti atau memperbaiki armada yang tidak lolos uji kelayakan sesuai ketentuan kontrak.

Selain pembenahan armada, Pemkot juga meminta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan rutin bagi pengemudi dan kru. Pelatihan mencakup penguasaan rute, standar layanan, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat.

“Modernisasi armada harus diiringi modernisasi kompetensi SDM. Pengemudi dan kru Trans Semarang harus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Tiga Penghargaan ProKlim 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Lingkungan

Dari sisi manajemen, BLU Trans Semarang juga melakukan monitoring terhadap beban operasional, termasuk subsidi, biaya operasional kendaraan (BOK), serta evaluasi kontrak operator. Pemantauan ini menjadi dasar pengambilan keputusan Pemkot dalam memastikan penambahan armada berjalan stabil tanpa menurunkan mutu layanan.

Dalam laporan yang diterima Wali Kota, sejumlah koridor padat seperti Koridor I, II, III, IV, dan VIII diwajibkan menerapkan strategi pengawasan khusus mengingat tingginya beban penumpang. Langkah teknis yang diterapkan mencakup koordinasi antarpool, penyesuaian manajemen headway, dan pendataan kebutuhan modernisasi armada pada koridor berpenumpang tinggi.

Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi layanan Trans Semarang agar semakin responsif terhadap kebutuhan publik. Agustina menegaskan bahwa transportasi publik merupakan wajah kota dan tidak bisa dikelola secara setengah-setengah.

“Transportasi publik harus terus naik kelas. Trans Semarang harus jadi layanan kota yang aman, layak, dan membanggakan warganya,” kata Agustina.

Pemkot Semarang memastikan seluruh upaya perbaikan, mulai dari penguatan teknis, peningkatan kompetensi SDM, hingga pembenahan manajemen dan akan terus dijalankan secara konsisten demi menghadirkan layanan Trans Semarang yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Baca juga: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng: Pemkot Siap Dampingi Anak Muda Menata Masa Depan

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved