Banjir Bandang di Sumatera
Profil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Beda Pandangan dari Pemerintah soal Bantuan Asing, Tak Menolak
Beda pandangan dari pemerintah, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tak menolak bantuan asing.
Ringkasan Berita:
- Muzakir Manaf alias Mualem merupakan mantan pejuang gerilya GAM.
- Kini, ia menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030.
- Dalam ratas pada Minggu (7/12/2025) malam, Mualem menyatakan pihaknya menerima bantuan asing untuk mempercepat penanganan bencana banjir di Aceh.
TRIBUNNEWS.com - Saat rapat terbatas (ratas) bersama para menteri di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, tegas menyatakan pihaknya tak menutup bantuan dari asing.
Ia berpendapat bantuan dari luar negeri justru sangat penting untuk mempercepat penanganan warga di wilayahnya yang terdampak bencana banjir bandang.
Karena itu, Mualem mempertanyakan jika ada pihak yang menutup pintu bantuan kemanusiaan dari luar negeri.
"Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh," katanya, Minggu malam, dikutip dari Serambinews.com.
Pandangan Mualem ini berbeda dari pemerintah yang sebelumnya mengatakan pintu bantuan dari luar negeri masih ditutup.
Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugino, mengklaim optimis bisa menangani bencana banjir di Sumatra menggunakan kekuatannya sendiri.
Baca juga: Beda dari Pemerintah, Gubernur Aceh Buka Lebar Bantuan Asing: Mereka Tolong Kita Kok Dipersulit?
"Saya kira, kita dengan semua kekuatan, tadi disampaikan bahwa ini adalah upaya bersama."
"Saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Jumat (5/12/2025), dikutip dari Kompas.com.
"(Bantuan dari luar negeri) masih ditutup sampai kita merasa membutuhkan bantuan," imbuhnya.
Profil Muzakir Manaf
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem adalah Gubernur Aceh periode 2025-2030.
Ia juga merupakan mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Mualem yang lahir di Aceh Utara pada 3 April 1964, merupakan mantan pejuang gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Ia ditunjuk menjadi panglima tertinggi GAM pada 2002, setelah pendahulunya, Abdullah Syafi'i, gugur.
Mualem pertama kali muncul di hadapan publik setelah perjanjian Helsinki tahun 2005, dan mulai menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh, menurut catatan Wikipedia.
Perjanjian Helsinki berisi kesepakatan damai antara GAM dan pemerintah Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MUZAKIR-MANAF-DI-RETRET-MAGELANG.jpg)