Banjir Bandang di Sumatera
Kisah Mahasiswa Asal Aceh di Solo: Hilang Kontak 2 Hari dengan Orangtua, Dapat Makanan Gratis
Muhammad Arya Kautsar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengaku sempat hilang kontak dengan orangtua selama dua hari.
Ringkasan Berita:
- Muhammad Arya Kautsar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Aceh hilang kontak dengan orangtua selama dua hari.
- Hati Arya mulai lega saat orang tuanya meminta agar ia tak perlu mengkhawatirkan kondisi di kampung halaman.
- I Cut Nona Putri, warga Aceh yang telah lama tinggal di Kota Solo memberikan makanan gratis kepada pelajar asal Aceh.
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Warga Aceh perantauan begitu terkejut dan sedih mendengar bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Muhammad Arya Kautsar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengaku sempat hilang kontak dengan orangtua selama dua hari.
"Selama 2 hari yang mana kami hanya mengetahui Aceh itu dari berita. Kita was-was bagaimana kondisi keluarga dan kita lihat di berita air sudah naik, jembatan-jembatan sudah putus, sehingga kekhawatiran kita sangat besar," ungkap Arya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (8/12/2025) sore.
Baca juga: Penampakan 4 Gajah Ikut Bersihkan Kayu Sisa Banjir Bandang di Pidie Jaya Aceh Bikin Haru
Muhammad Arya Kautsar mengatakan selama dua hari itu tidak bisa tidur karena terus memikirkan nasib keluarganya.
Selama dua hari, dari Jumat hingga Minggu (7/12/2025), Arya tak mendapat kabar dari keluarga.
Namun akhirnya ia lega ketika pesan singkatnya kepada keluarga di kampung halaman dibalas.
"Ketika dua hari itu jam 12 malam saya Alhamdulillah dapat kabar dari orang tua selamat dan sedang mengungsi di masjid. Itu kemarin dapat kabar hari Minggu karena baru dapat sinyal dan baru hidup lampunya," jelas pemuda asal Lhokseumawe tersebut.
Orangtua Minta Tak Khawatir
Hati Arya mulai lega saat orang tuanya meminta agar ia tak perlu mengkhawatirkan kondisi di kampung halaman.
"Kata ibu bapak jangan pikirkan ibu bapak di sini. Doakan saja kami semoga kami selamat, insyaallah doa dari kalian diijabah," urainya.
Meski di Lhokseumawe tidak separah daerah lain, Arya menyebut wilayah asalnya tetap terdampak.
Ia menjelaskan bahwa kampung halaman teman-temannya justru jauh lebih parah.
"Kalau di tempat saya itu hanya di atas lutut. Alhamdulillah di tempat saya tidak ada lumpur-lumpur. Tapi di rumah teman-teman saya seperti Aceh Singkil itu lumpur sampai menutupi rumah," jelasnya.
Pada momen yang sama, Arya mengatakan teman-teman mahasiswa Aceh yang tergabung dalam organisasi Keluarga Mahasiswa Aceh tidak menggelar donasi.
Baca juga: Hasil Pemeriksaan, Kapolres Sebut Tidak Ada Jenazah dalam Mobil Terlantar di Aceh Tamiang
Menurutnya, mereka enggan menggalang donasi karena takut muncul opini negatif.
"Kalau dari organisasi kami sendiri karena dari keluarga kita juga kena, kita tidak menggelar donasi karena enggan ada opini uang diambil dari keluarga sendiri," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Muhammad-Arya-Kautsar-mahasiswa-Universitas-Muhammadiyah-Surakarta.jpg)