Senin, 8 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

2 Bupati Aceh Buat Geram Mualem, Umrah hingga Karaoke saat Banjir, Padahal Prabowo Beri Peringatan

Dua bupati di Aceh berhasil membuat Gubernur Mualem geram karena umrah dan karaoke saat banjir.

Tayang:
Serambinews.com/Rianza Alfandi
GUBERNUR ACEH GERAM - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dalam rapat bersama menteri, Minggu (7/12/2025) malam, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Dua bupati di Aceh berhasil membuat Gubernur Mualem geram karena umrah dan karaoke saat banjir. 

"Tapi, kami tidak teken. Untuk sementara waktu (seharusnya) jangan pergi. Dia pergi juga terserah," kata Mualem di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (5/12/2025), dikutip dari Serambinews.com.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan peringatan agar kepala daerah tak meninggalkan wilayahnya ketika cuaca ekstrem dan potensi bencana meningkat.

Aturan itu juga sudah ditindaklanjuti Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di mana prediksi cuaca buruk diperkirakan terjadi pada November dan Desember 2025.

"Ya, tentu (kesalahan Mirwan MS fatal). Karena bupati, wali kota, itu kan pemimpin dari Forkopimda. Bersama-sama dengan Kapolres dan Dandim, ini mengoordinasikan langkah-langkah darurat di lapangan," jelas Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, saat bicara mengenai sikap Mirwan MS, Senin (9/12/2025).

"Jadi, kewenangannya, otoritasnya, ada pada kepala daerah sebagai koordinator Forkopimda," lanjut dia.

Bupati Aceh Selatan Minta Maaf

Keberangkatan Mirwan MS ke tanah suci di tengah bencana banjir hingga memicu kritik keras, membuat Bupati Aceh Selatan itu akhirnya meminta maaf.

Baca juga: Menilik Lahan HTI Prabowo di Aceh, Jadi Sorotan di Tengah Banjir, Pernah Disinggung Jokowi

Dalam pernyataan resminya, Selasa (9/12/2025), Mirwan mengaku menyesal karena telah menimbulkan kegaduhan karena berangkat umrah di tengah bencana.

"Saya Haji Mirwan MS, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak, terutama kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Haji Prabowo Subianto, Bapak Menteri Dalam Negeri Haji Tito Karnavian, Bapak Gubernur Aceh Haji Muzakir Manaf, serta seluruh masyarakat Indonesia, masyarakat Aceh, dan khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Selatan," tutur Mirwan, Selasa, dilansir Serambinews.com.

Ia mengaku keberangkatannya ke tanah suci di tengah situasi bencana, telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan gangguan pada stabilitas opini nasional.

"Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyebabkan perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional," ungkapnya.

Mirwan menegaskan ia berkomitmen untuk terus bekerja keras dan penuh tanggung jawab dalam memulihkan kondisi Aceh Selatan pascabanjir, sekaligus berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Kami berjanji akan terus bekerja bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pascabanjir, tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik, dan yang paling penting memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang,” pungkasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reza Deni, Serambinews.com/Rianza Alfandi/Ilhami Syahputra)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved