Selasa, 2 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Setelah Bencana Sumatra Muncul Lumba-lumba di Riau dan Air Terjun Dadakan di Sembalun, Pertanda Apa?

Usai bencana Sumatra, muncul lumba-lumba di Sungai Rokan Hulu Riau serta air terjun dadakan di Sembalun, NTB, pertanda apa? warga diminta tenang.

Tayang:
Istimewa/IST/FACEBOOK/TribunLombok/Tangkapan Layar
FENOMENA DI RIAU DAN SEMBALUN - Usai bencana Sumatra, muncul lumba-lumba di Sungai Rokan Hulu Riau serta air terjun dadakan di Sembalun, NTB, pertanda apa? warga diminta tenang. 

Namun Syamsul berharap hal itu tidak terjadi. Sehingga Rohul dijauhkan dari bencana banjir.

"Semoga Rohul aman-aman saja," harapnya.

 

Muncul Air Terjun Dadakan di Sembalun, Warga Sebut Gunung Menangis

Hujan deras dengan durasi lama memunculkan fenomena air terjun dadakan di sejumlah bukit di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ramai di media sosial penampakan serupa air terjun di bukit-bukit. 

Tampak air mengalir dengan deras dari perbukitan meskipun bukan jalur sungai.

Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembapala Sembalun, Rijalul Fikri, menyebutkan, fenomena bermunculannya air terjun dadakan tersebut membuat warga sekitar menjadi panik dan khawatir. 

"Kita panik lah kalau begini keadaannya, karena ada trauma masa lalu juga ketika banjir besar yang sampai menelan jiwa, merusak perumahan dan persawahan warga terutama masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai itu," kata Rijal saat dihubungi pada Selasa (9/12/2025). 

AIR TERJUN DADAKAN SEMBALUN
AIR TERJUN DADAKAN - Penampakan air terjun dadakan di Sembalun, Lombok Timur usai hujan deras, Senin (8/12/2025). Tampak air mengalir dengan deras dari perbukitan Sembalun meskipun bukan jalur sungai.

Rijal menceritakan, fenomena air terjun dadakan bukanlah hal yang baru namun baru kali ini kemunculan lebih banyak dari sebelumnya disertai debit yang deras.

"Ini tumben sebesar dan sederas hari kemarin, sampai-sampai di medsos ramai-ramai menyebutnya gunung menangis, karena terlihat dari jauh tiba-tiba mengalir dengan deras dari atas bukit - bukit," tutur Rijal. 

Rijal menyebutkan, air dari perbukitan kemudian mengalir ke sungai meluap sehingga meluap dan merendam sawah warga.

"Airnya ke sungai dan persawahan kalau ke rumah warga belum ada. Kalau sawah petani kurang lebih sekitar tiga hektar yang terdampak, itu tanaman hortikultura semua," jelasnya.

Rijal mengatakan hujan deras yang melanda kawasan Sembalun pada hari Senin hanya sekitar dua jam. 

"Hujannya kurang dari dua jam nggak tau kalau seharian bisa saja dampaknya lebih buruk dari ini," ujarnya. 

Dia menduga ada faktor manusia yang memengaruhi kemunculan gunung menangis ini.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved