Jumat, 17 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Penyaluran Bantuan Korban Banjir Aceh Lewat Kapal dan Getek, Iptu Adrianus: Akses Masih Terisolasi

Bantuan banjir Aceh dikirim lewat kapal & getek rakitan, akses darat terputus, warga tetap terbantu.

Editor: Glery Lazuardi
(Ho/Campus League)
BANTUAN KORBAN BANJIR - Bantuan banjir Aceh disalurkan lewat kapal dan getek rakitan, menembus wilayah terisolasi. 

Ringkasan Berita:
  • Penyaluran bantuan bagi korban banjir di Aceh dilakukan dengan cara luar biasa: memanfaatkan kapal milik warga dan getek rakitan drum plastik untuk menembus wilayah yang terisolasi akibat jembatan putus dan akses darat tertutup banjir
  • Program Prawira Hirya Peduli Sumatra yang digagas alumni Akpol 2018 bersama relawan lokal memastikan kebutuhan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan darurat sampai ke tangan warga. 

TRIBUNNEWS.COM - Penyaluran bantuan bagi korban banjir di Aceh dilakukan dengan cara tak biasa.

Kapal milik masyarakat dan getek rakitan dimanfaatkan untuk menembus wilayah yang masih terisolasi akibat akses darat tertutup banjir.

Ketua Pelaksana Program Prawira Hirya Peduli Sumatra, Iptu Adrianus Adhiwira Yoga Pradana, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan relawan lokal dan aparat setempat berupaya  untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu.

 “Pada beberapa lokasi di Aceh yang aksesnya masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur dan tingginya genangan air, pengiriman bantuan terpaksa dilakukan melalui kapal milik masyarakat,” ujarnya pada Rabu (10/12/2025).

Program ini digagas oleh Alumni eks Batalyon Prawira Hirya (Akpol 2018) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, air bersih, selimut, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya.

Distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk angkutan di wilayah yang masih bisa ditempuh, sementara jalur air menjadi solusi utama di daerah terisolasi.

Upaya penyaluran bantuan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Melalui program Prawira Hirya Peduli Sumatra, para alumni Akpol 2018 berharap dapat meringankan beban korban sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk bergotong royong membantu pemulihan pascabencana," kata dia.

Baca juga: Sikap Terpuji Calvin Verdonk: Lagi Cedera, Diam-diam Kirim Bantuan ke Korban Banjir Sumatra

Selain itu, pengiriman bantuan juga dilakukan dengan menggunakan getek rakitan dari drum plastik.

Mantan Bupati Bireuen, Mustafa A Glanggang, bersama timnya menembus derasnya arus Sungai Peusangan menuju Dusun Leubok Iboh, Desa Teupin Mane, Juli, Bireuen.

Getek tersebut menjadi satu-satunya sarana penyeberangan setelah jembatan Teupin Mane putus dihantam banjir.

Bantuan sembako dari donasi rekan-rekan Mustafa berhasil tiba di lokasi dan disalurkan melalui posko di meunasah desa.

Setiap hari, ratusan warga dari Bener Meriah dan Aceh Tengah transit di posko tersebut untuk mendapatkan makanan dari dapur umum dan tempat beristirahat sementara.

Tokoh masyarakat Teupin Mane, M Yusuf Skai, menyebut pada hari pertama dan kedua putusnya jembatan, jumlah pengungsi mencapai 500 orang.

“Sekarang warga dari Tanah Gayo bila malam hari kegiatan getek dan kereta gantung tidak beroperasi. Semua warga yang tertinggal terpaksa makan dan tidur di meunasah,” katanya.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved