Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Gubernur Sumbar Ngaku Sudah Terima Bantuan Asing: dari Palestina, Turki dan Malaysia

Mahyeldi mengungkapkan bantuan datang dari Palestina lewat kantor perwakilan mereka yang berada di Inggris.

Tayang:
Editor: Erik S
HO/IST/Padang.tribunnews.com/Rahmadisuardi
BANTUAN ASING - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi saat diwawancarai di Padang, Jumat (12/12/2025). Gubernur Sumbar Mahyeldi mengungkapkan bahwa total nilai kerusakan akibat bencana telah mencapai angka Rp5 triliun 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan mereka sudah menerima bantuan dari negara asing untuk penanganan bencana banjir bandang atau galodo.
  • Bantuan tersebut datang dari Palestina, Turki, dari Malaysia.
  • Pemerintah belum menerima bantuan asing karena masih merasa bahwa masih sanggup.

TRIBUNNEWS.COM, PADANG -  Pemerintah hingga kini belum menerima bantuan asing terkait penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).

Walau demikian, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan mereka sudah menerima bantuan dari negara asing untuk penanganan bencana banjir bandang atau galodo.

Mahyeldi mengungkapkan bantuan datang dari Palestina lewat kantor perwakilan mereka yang berada di Inggris.

Baca juga: Banjir Sumatra, CELIOS Soroti Pemerintah yang Belum Mau Terima Bantuan Asing: Bentuk Arogansi

"Ada bantuan dari Palestina, dari Gaza yang kantornya di Inggris, ada juga dari Turki, bahkan mereka datang langsung memberikan," katanya di Padang, Jumat (12/12/2025).

Menurut Mahyeldi relawan datang langsung ke Padang memberikan bantuan, namun hanya mengantar dan tidak ikut bekerja ke lapangan.

"Bantuan macam-macam, ada kebutuhan tidur, kasur, pakaian, dan makanan," katanya.

Selain dari Palestina, Turki ada juga dari Malaysia. Mahyeldi menyebut pihaknya membuka diri untuk bantuan asing.

Gubernur saat ditanya apakah dirinya terbuka untuk bantuan asing, dia menyebut pada dasarnya bantuan asing tidak akan dihalangi.

"Sebetulnya apakah membuka, kita tidak menghalangi," katanya.

Menurut dia sekarang banyak perantau Minang di banyak daerah ikut berpartisipasi membantu korban bencana. Para perantau itu merasa perlu membantu saudara-saudaranya di kampung halaman.

Penjelasan Istana Soal Bantuan Asing

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, memberikan klarifikasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menyatakan menolak bantuan asing untuk korban bencana banjir dan longsor di 3 wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Tawaran bantuan dari berbagai negara sahabat, mulai dari tim medis, personel penyelamat, logistik, hingga dukungan teknologi, sebelumnya siap diluncurkan, tetapi pemerintah Indonesia menolaknya dan menyatakan masih sanggup menangani bencana secara mandiri.

Baca juga: Istana Tegaskan Presiden Tak Pernah Tolak Bantuan Asing: Pemerintah Mampu Tangani Bencana Sumatra

Seperti pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, yang mengatakan bahwa Indonesia masih mampu melakukan penanganan bencana Sumatra secara mandiri sehingga bantuan dari negara asing masih belum diperlukan.

Begitu pun dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Indonesia masih sanggup mengatasi bencana di Sumatra dan masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.

Prabowo sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemerintah masih mampu menangani bencana di Sumatra tanpa bantuan dari pihak luar.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved