Banjir Bandang di Sumatera
Pengungsi di Agam Sumbar Menangis dan Peluk Prabowo: Saya Senang Sekali
Seorang warga memeluk erat Presiden Prabowo sambil menangis histeris di hadapan rombongan presiden.
Ringkasan Berita:
- Pengungsi di Posko Pengungsi SD 05 Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumbar menangis ketika bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
- Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang rampung dalam sebulan.
- 4.330 warga Kabupaten Agam mengungsi akibat bencana beberapa waktu lalu. Mereka tersebar di 48 titik pengungsian salah satunya SD 05 Kayu Pasak Palembayan.
TRIBUNNEWS.COM, AGAM - Seorang pengungsi di Posko Pengungsi SD 05 Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) menangis saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (18/12/2025).
Salareh Aia merupakan nagari yang terdapat dalam kecamatan Palembayan. Topografinya relatif datar dan sebagian daerah lainya mempunyai banyak perbukitan dan juga ada rawa-rawa atau palung-palung sungai.
Nagari adalah pembagian wilayah administratif setingkat dengan desa yang berada di Sumbar. Nagari Salareh Aia berjarak sekitar 40 Km dari Lubuk Basung, ibu kota Kabupaten Agam dan bisa ditempuh dalam waktu 52 menit menggunakan mobil.
Baca juga: Momen Prabowo Berdiri Santap Habis Satu Piring Nasi Goreng di Posko Pengungsian Agam
Seorang warga korban bencana galodo (banjir bandang), Neng Hartati, langsung memeluk erat Presiden Prabowo sambil menangis histeris di hadapan rombongan presiden.
Hartati tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan rumahnya yang hanyut tak bersisa akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut sejak akhir November lalu.
Banjir bandang telah menerjang Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sejak Kamis (27/11/2025) lalu.
“Saya senang sekali bisa melihat dan memeluk Pak Prabowo secara langsung dan bisa menyampaikan bantuan yang diperlukan,”ucapnya dengan air mata berlinang.
Rumah hanyut dan tak bersisa masih meninggalkan kenangan pahit. Hingga harus tidur lebih dari 10 hari di Posko Pengungsian SD 05 Kayu Pasak.
“Saat saya meminta bantuan, Pak Prabowo bilang tenang dalam bencana ini kita tak sendiri terus bersama-sama kemudian Huntara juga akan segera selesai,”jelasnya.
Warga lain yang sempat bersalaman dengan Prabowo bernama Lefmawati juga merasa senang.
“Saya gemetar pertama kali bertemu Presiden Prabowo dan langsung bersalaman, serta air mata berlinang tak tau kenapa bisa begitu,”jelasnya.
Ia berharap kedatangan Presiden Prabowo bisa segera memulihkan dan banyak bantuan supaya Nagari Salareh Aia cepat pulih.
Baca juga: Terjun ke Lokasi Banjir Bandang di Agam-Padang, Relawan Undip Ungkap Pengungsi Trauma Hujan
“Kami berharap Nagari Salareh Aia cepat pulih dan Pak Presiden supaya melihat kondisi kami secara langsung dan tentu ia juga merasakan apa yang kami rasakan,”tutupnya.
Warga Berebut Foto
Pantaun wartawan TribunPadang.com (grup Tribunnews), Presiden Prabowo sampai di lokasi pengungsi sekitar jam 9.00 WIB. Prabowo ditemani Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Seskab Letkol Teddy Wijaya.
Ia turun dari mobil alphard berwarna hitam mengenakan baju lengan panjang berwarna cream serta topi berwarna biru dengan bis hitam.
Celana panjang warna hitam dan memakai sepatu kulit berwarna cokelat serta tak lupa kaca mata hitam.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis di lokasi tersebut.
Perlahan, Presiden Prabowo melangkah menuju sebuah tenda yang di dinding-dindingnya sudah dipasangi spanduk data bencana di Agam hingga struktur hunian sementara (huntara).
Kedatangan presiden juga disambut dengan antusias masyarakat, terdengar dari teriakan dan lambaian tangan mereka.
Baca juga: Cari 53 Korban Hilang di Agam Sumbar, Tim SAR Terkendala Luas Area Hingga Derasnya Arus Sungai
Prabowo lalu melihat data bencana hingga struktur bangunan huntara yang bakal dibangun di Kabupaten Agam.
Usai melihat, ia terlihat menyapa para masyarakat dengan melambaikan tangan, menyalami, berbincang dan sesekali melepas topi birunya itu.
Usai disalami beberapa warga yang sempat kontak langsung dengan Prabowo terlihat begitu kegirangan.
Kurang lebih berlangsung 30 menit Prabowo menyapa masyarakat, menyalami, hingga mengabulkan permintaan masyarakat untuk mengabadikan momen.
Pengawalan pun cukup ketat, tampak dari Paspamres yang tak membiarkan masyarakat hingga wartawan daerah memasuki kawasan yang sudah disterilkan.
Sebelum memasuki ruang kelas, tempat para pengungsi korban banjir bandang menetap, Prabowo tampak melihat bangunan huntara yang setengah jadi.
Bangunan itu sudah berdiri pondasi hingga struktur rangkanya menggunakan baja ringan.
Terlihat juga di sana, BNPB, BPBD dan Tentara membangunnya.
Berkisar 10 menit melihat, Prabowo tampak menyapa dan menyalami lagi warga yang belum mendapat kesempatan.
Hingga berlalu pergi menuju ruangan kelas, tempat pengungsi menetap sementara waktu pasca banjir bandang di Salareh Aia Timur.
Seorang warga yang sempat mengabadikan momen bersama Prabowo, bernama Vera merasa senang ketika bertemu langsung dengan Presiden.
Baca juga: Bidan Fetri Tolong Pasien Banjir Bandang di Agam yang Berlumuran Lumpur dan Alami Patah Tulang
Ia juga mengucapkan terima kasih lantaran Presiden Prabowo mau melihat langsung korban terdampak bencana di Salareh Aia Timur.
“Rasanya senang, karena bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Alhamdulillah juga Presiden bisa datang langsung ke daerah terdampak bencana,” ungkapnya saat memberikan keterangan usai berkomunikasi langsung dengan Prabowo.
Ia lalu berharap kedatangan Prabowo bisa membangun kembali Nagari Salareh Aia Timur pasca diterjang galodo.
“Harapan saya, Presiden bisa membangun kembali kampung yang terdampak bencana galodo ini,” pungkas Eva yang juga seorang dokter.
Sama halnya dengan Vera, masyarakat lainnya bernama Evi merasa gembira ketika bisa melihat langsung Presiden Prabowo.
Tak hanya melihat, bahkan Evi sempat mengabadikan momen dengan orang nomor satu di Indonesia itu.
“Sangat senang sekali, saya tadi juga sempat berfoto dengan Presiden Prabowo,” tuturnya sembari kegirangan saat dimintai keterangan.
Pembangunan Huntara
Pada kesempatan tersebut, Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang rampung dalam sebulan.
Presiden mengatakan dengan selesainya hunian sementara tersebut, warga diharapkan tidak perlu lagi tinggal di tenda pengungsian.
Setelah pembangunan hunian sementara rampung, Prabowo mengatakan pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
“Bisa selesai hunian sementara sebulan supaya ibu-ibu, bapak-bapak semua tidak perlu tinggal di tenda. Kemudian, segera sesudah itu kita membangun hunian tetap," kata Prabowo.
Ia juga mengatakan pembangunan hunian tetap memiliki kualitas dan ukuran yang memadai, dengan luas sekitar 70 meter persegi.
Ribuan Warga Mengungsi
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, per Selasa 16 Desember 2025, 4.330 warga mengungsi akibat bencana beberapa waktu lalu. Mereka tersebar di 48 titik pengungsian salah satunya SD 05 Kayu Pasak Palembayan.
Pengungsi terbanyak di Agam berasal dari dari Kecamatan Palembayan sebanyak 1.261 , lalu Kecamatan Palupuh 198 orang, Kecamatan Tanjung Raya 2.192 orang, Kecamatan Ampek Koto 49 orang, Kecamatan Malalak 280 orang dan Kecamatan Matur 350 orang.
Bencana banjir dan longsor di Sumbar sendiri menyebabkan 244 jiwa meninggal dan 90 jiwa hilang. Jumlah pengungsi di Sumbar mencapai 13.260 jiwa. Banjir di Kabupaten Agam terjadi pada 19 November 2025.
Sebelum dikunjungi Prabowo, warga Agam sudah didatangi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (4/12/2025) pagi.
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Warga Korban Galodo Menangis Sambil Peluk Presiden Prabowo di Agam, Neng Hartati Curhat Rumah Hanyut
dan
Presiden Prabowo Targetkan Huntara Agam Rampung Sebulan saat Kunjungi Korban Banjir Bandang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KUNJUNGI-PENGUNGSI-Kedatangan-Prabowo-Subianto.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.