Sabtu, 25 April 2026

Berita Viral

Viral Kabar Bali Sepi Wisatawan, Kemenpar: Mudah-mudahan Hanya Narasi di Medsos

Belakangan ini di media sosial muncul narasi viral bahwa Bali makin sepi karena ditinggal wisatawan.

Tribunnews
DANU BERATAN - Sejumlah wisatawan saat menikmati keindahan alam di DTW Ulun Danu Beratan pada Rabu 24 Desember 2025. Nataru, 

Ringkasan Berita:
  • Di media sosial muncul narasi bahwa Bali mulai ditinggal wisatawan
  • Gubernur Bali I Wayan Koster membantah bahwa Bali sepi wisatawan.
  • Kementerian Pariwisata mengklaim ada pertumbuhan positif dalam jumlah kunjungan wisatawan di Bali.

TRIBUNNEWS.COM – Belakangan ini di media sosial muncul narasi viral, Bali makin sepi karena ditinggal wisatawan, terutama pada periode Natal 2025 dan tahun baru 2026. 

Warganet di media sosial menyebut kondisi Bali saat ini mirip dengan saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun silam.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster membantah narasi yang menyebut Bali sepi. Berdasarkan data yang dibawanya, Koster menyebut ada peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.

“Kedua, jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali tahun 2024 mencapai 6.3 juta orang dan sampai 22 Desember 2025 mencapai 6.8 juta orang, meningkat 500 ribu orang,” kata Koster, Rabu, (24/12/2025), dikutip dari Tribun Bali.

“Sampai bulan Desember 2025 diperkirakan mencapai 7 juta orang."

Beberapa hari sebelumnya, Wayan pernah menyebut isu Bali sepi wisatawan sebagai kebohongan. Dia mengklaim tiap hari ada 17 ribu wisatawan asing yang datang ke Bali,

“Bohong, saya punya data. Setiap hari totalnya (wisatawan) meningkat,” kata dia setelah rapat paripurna DPRD Bali, Senin, (22/12/2025).

Tanggapan Kemenpar

Plh. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Dedi Ahmad Kurnia menanggapi kabar Bali sepi.

Dia berharap narasi di media sosial itu tidak benar. Kemudian, Dedi mengatakan akvitas pariwisata di Bali sebenarnya masih berjalan.

"Mudah-mudahan narasi Bali sepi memang hanya terjadi di media sosial karena menurut pemantauan kami memang pergerakan, tingkat okupansi, akomidasi, serta kunjungan ke daerah pariwisata masih berjalan," kata dia dalam program Zona Bisnis di Metro TV, Rabu.

Baca juga: Jejak Kontroversi Bonnie Blue, Dari Bali ke London Buat Repot Polisi, Imigrasi, hingga KBRI

Kemudian, Dedi mengungkapkan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Bali selama sepuluh bulan.

“Data kunjungan wisata yang kami dapat dari Badan Pusat Statistik tahun 2025 bahwa kunjungan wisman ke Bali melalui pintu masuk [Bandara] Ngurah Rai pada bulan Januari sampai Oktober 2025 justru masih mengalami pertumbuhan yang positif di angka 11,07 persen,” kata dia.

Dedi menyebut hanya pada bulan Februari saja jumlah kunjungan mengalami pertumbuhan negatif, yakni -2,20 persen.

“Bahkan, ketika melihat dari 15 fokus pasar yang masuk melalui Ngurah Rai itu secara kumulatif dari Januari sampai dengan Oktober 2025, hanya Singapura yang pertumbuhan negatif di -3,6 persen,” ujarnya.

Menurut Dedi, wisatawan Singapura kini menginginkan daya tarik wisata yang baru di Bali. Lalu, dia berkata Kemenpar kini punya program untuk menyebarkan wisatawan agar tidak hanya terfokusi di Bali bagian selatan saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved