Selasa, 2 Juni 2026

2 Pendaki Tewas di Gunung, MIK Tersambar Petir di Merbabu, Aldo Terjatuh di Dasar Jurang Merapi

Dua pendaki di wilayah berbeda ditemukan meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut, Rabu (24/12/2025) dan Kamis (25/12/2025).

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Jogja/Istimewa
DUA PENDAKI TEWAS - (kiri) Polisi mengantarkan jenazah MIK (22) korban tersambar petir di Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang ke rumah keluarganya di Pacitan, Jawa Timur, menggunakan mobil ambulance, Rabu (24/12/2025). (tengah dan kanan) Aldo Oktawijaya (22) ditemukan Tim SAR meninggal dunia, Rabu (24/12/2025). Aldo sebelumnya sempat tersesat dan hilang selama 4 hari di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

"Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Basarnas, petugas TNGMb hingga relawan setempat. Medan yang cukup berat dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri," jelas Glenter.

Setelah melalui perjalanan panjang, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan tiba di basecamp sekitar pukul 22.00 WIB. 

Hasil Pemeriksaan Medis

Dokter RSUD Muntilan, Okta Kurnia Lutfia, menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersambar petir. 

Hal ini diperkuat dengan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Luka bakar ditemukan di bagian:

  • leher
  • dada
  • selangka
  • pinggang hingga panggul

Total luka bakar mencapai sekitar 27 persen. 

Selain itu, ditemukan pola luka khas sambaran petir:

  • bekas jam tangan di pergelangan tangan
  • rambut dan alis yang terbakar
  • serta kulit mengelupas di bagian punggung.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Penyebab kematian murni karena sambaran petir," sambung Glenter.

Penyerahan Jenazah

Pihak keluarga korban tiba di RSUD Muntilan sekitar pukul 00.45 WIB. 

Sekitar satu jam kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa menggunakan ambulans menuju Nganjuk, Jawa Timur, untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Kapolsek Sawangan mengimbau para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mematuhi prosedur keselamatan saat melakukan pendakian, khususnya di musim penghujan yang rawan terjadi petir.

"Kami mengimbau seluruh pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan gunung," pungkas Glenter.

Aldo Tewas Setelah 4 Hari Tersesat di Gunung Merapi

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved