2 Pendaki Tewas di Gunung, MIK Tersambar Petir di Merbabu, Aldo Terjatuh di Dasar Jurang Merapi
Dua pendaki di wilayah berbeda ditemukan meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut, Rabu (24/12/2025) dan Kamis (25/12/2025).
Ringkasan Berita:
- Dua pendaki ditemukan meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut, Rabu (24/12/2025) dan Kamis (25/12/2025).
- MIK meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang.
- Sementara Aldo Oktawijaya ditemukan meninggal dunia di dasar jurang Gunung Merapi.
TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG – Dua pendaki di wilayah berbeda ditemukan meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut, Rabu (24/12/2025) dan Kamis (25/12/2025).
MIK (22) meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Kamis (25/12/2025) sore.
Baca juga: BPBD Jatim Ungkap Kondisi 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Pagi Ini
Seorang pendaki lainnya Aldo Oktawijaya (22) ditemukan meninggal dunia, Rabu (24/12/2025).
Pendaki itu sebelumnya sempat tersesat dan hilang selama 4 hari di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Berikut kisahnya dikutip dari Tribun Jogja:
MIK Tersambar Petir
Pendaki perempuan berinisial MIK meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Kamis (25/12/2025) sore.
Pendaki perempuan tersebut awalnya melakukan pendakian melalui jalur Suwanting, Kecamatan Sawangan.
Kapolsek Sawangan, AKP Glenter Pitoyo menjelaskan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB dari petugas Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb).
Baca juga: 187 Pendaki Gunung Semeru yang Sempat Terjebak Erupsi Dipastikan Selamat
"Kami menerima informasi terkait adanya pendaki yang tersambar petir di jalur pendakian Suwanting. Selanjutnya tim gabungan langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," ujarnya.
Korban merupakan bagian dari rombongan open trip yang menggunakan jasa pendakian Open Trip Tiga Dewa dengan total 11 peserta dan dua porter.
Berdasarkan informasi kepolisian, rombongan pendaki tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung memulai pendakian di hari yang sama.
Sekitar pukul 16.01 WIB, petugas TNGMb yang tengah melakukan pengamanan jalur pendakian menerima laporan melalui handy talky (HT) dari porter bahwa salah satu pendaki tersambar petir di sekitar HM Pal 26–27, Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan.
Sekitar pukul 16.15 WIB, tim evakuasi dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting yang berjumlah sekitar 30 orang langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Tim terdiri dari logistik, P3K, dan sarana prasarana.
"Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Basarnas, petugas TNGMb hingga relawan setempat. Medan yang cukup berat dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri," jelas Glenter.
Setelah melalui perjalanan panjang, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan tiba di basecamp sekitar pukul 22.00 WIB.
Hasil Pemeriksaan Medis
Dokter RSUD Muntilan, Okta Kurnia Lutfia, menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersambar petir.
Hal ini diperkuat dengan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Luka bakar ditemukan di bagian:
- leher
- dada
- selangka
- pinggang hingga panggul
Total luka bakar mencapai sekitar 27 persen.
Selain itu, ditemukan pola luka khas sambaran petir:
- bekas jam tangan di pergelangan tangan
- rambut dan alis yang terbakar
- serta kulit mengelupas di bagian punggung.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Penyebab kematian murni karena sambaran petir," sambung Glenter.
Penyerahan Jenazah
Pihak keluarga korban tiba di RSUD Muntilan sekitar pukul 00.45 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa menggunakan ambulans menuju Nganjuk, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Kapolsek Sawangan mengimbau para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mematuhi prosedur keselamatan saat melakukan pendakian, khususnya di musim penghujan yang rawan terjadi petir.
"Kami mengimbau seluruh pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan gunung," pungkas Glenter.
Aldo Tewas Setelah 4 Hari Tersesat di Gunung Merapi
Pendaki lainnya, Aldo Oktawijaya (22) ditemukan Tim SAR meninggal dunia, Rabu (24/12/2025).
Pendaki itu sebelumnya sempat tersesat dan hilang selama 4 hari di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tergeletak tak bernyawa di dasar jurang sedalam 50-an meter.
"Ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB di jurang dekat Pronojiwo, lokasinya masih di Taman Nasional Gunung Merapi," ungkap Sarwoko saat dihubungi Rabu (24/12/2025).
Lokasi korban ditemukan masih berada di jalur sebelum Pos 1.
"Kalau dari Posko Sapuangin sebenarnya jaraknya tidak jauh, sekitar satu kilometer. Tapi medan jalannya sulit, naik turun. Jadi perjalanan evakuasi tadi dari lokasi penemuan sampai ke posko sekitar satu jam," jelasnya.
Saat ditemukan, korban mengalami luka robek 5 cm di kepala bagian kanan.
Selain itu juga ditemukan luka-luka lecet di bagian kaki dan tangan.
"Luka paling parah di bagian kepala, kemungkinan karena benturan dengan batu atau benda keras," katanya.
Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro untuk dilakukan visum.
Setelah itu, jenazah korban akan dibawa ke rumah keluarganya di Pacitan, Jawa Timur untuk proses pemakaman.
2 Pendaki Hilang
Sebelumnya, dua pemuda dilaporkan tersesat dan hilang saat mencoba mendaki Gunung Merapi lewat Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (21/12/2025).
Awalnya, ada tiga orang yang mendaki naik dari Kalitalang, Desa Balerante pada Sabtu (20/12/2025).
Dari tiga orang itu, hanya satu orang berhasil turun yakni F.
Sedangkan dua orang lainnya diduga masih tersesat di kawasan TNGM.
Mereka adalah Aldo dan PR atau Panji Rizkyawan (20).
Sarwoko menyampaikan sesuai rekomendasi BBPPTKG, saat ini Gunung Merapi masih berstatus level Siaga III Sehingga untuk pendakian masih ditutup.
"Jadi menurut keterangan F (yang ditemukan pertama), mereka tahu kalau pendakian Gunung Merapi ditutup. Tapi mereka bertiga nekat naik pada Sabtu (20/12/2025) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Naiknya dari Kali Talang, Desa Balerante. Kemudian sampai di atas Pasar Bubrah mereka turun," ujarnya.
Namun di tengah perjalanan turun mereka terpisah hingga salah satu di antaranya ditemukan warga.
Operasi pencarian dilakukan pada Minggu (21/12/2025) karena dua orang pemuda diduga tersesat dan hilang di Lereng Merapi.
Pemuda bernama Panji ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Senin (22/12/2025).
Penulis: Dewi Rukmini/Yuwantoro Winduajie
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Tragedi Gunung Merbabu: Pendaki Perempuan Meninggal Tersambar Petir
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pendaki Gunung Merapi Tewas di Jurang Sedalam 50 Meter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/2-Pendaki-Tewas-di-Merapi-dan-Merbabu.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.