Awal Perseteruan Yai Mim vs Sahara, Kini Eks Dosen UIN Malang Jadi Tersangka
Yai Mim resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pornografi atas laporan tetangganya, Sahara.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kasus perseteruan antartetangga antara Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan Nurul Sahara, pemilik rental mobil, memasuki babak baru.
Keduanya bertetangga di Perumahan Joyogran Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur.
Yai Mim resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pornografi, Selasa (6/1/2026).
Sebelum penetapan tersangka ini, dua tetangga itu saling lapor polisi.
Yai Mim melaporkan Sahara atas kasus dugaan pencemaran nama baik, dugaan persekusi, serta dugaan penistaan agama.
Laporan itu dilayangkan Yai Mim ke Polresta Malang Kota pada Selasa (7/10/2025) lalu.
Sementara, Sahara melaporkan Yai Mim atas dugaan pornografi dan pelecehan seksual pada Rabu (8/10/2025).
Kemudian pada awal November, Ya Mim kembali melaporkan Sahara ke polisi terkait pencurian data pribadi elektronik.
Atas laporan Sahara, Yai Mim kini resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi.
Lantas seperti apa awal perseteruan Yai Mim dan Sahara?
Kronologi Versi Yai Mim
Baca juga: Fakta-Fakta Yai Mim Jadi Tersangka Kasus Dugan Pornografi, Begini Respons Pihak Sahara
Perseteruan antartetangga itu menurut Yai Mim terjadi bermula dari Sahara yang memarkirkan mobil di depan rumahnya.
Diketahui, Sahara memiliki usaha rental mobil, sehingga kendaraan yang disewakan itu acapkali terparkir di depan rumah Yai Mim dan di pinggir jalan sekitarnya.
Puncaknya pada 7 Agustus 2025. Rosida bahkan sempat berkali-kali membangunkan karyawan Sahara untuk memindahkan mobil.
Meski telah dibangunkan berulang kali, karyawan Sahara tak kunjung bangun dari tidurnya.
Rosida kemudian menghubungi Sahara hingga tiga kali. Akhirnya Sahara meminta Yai Mim untuk memindahkan mobil itu sendiri.
"Saya telepon kedua kalinya, 'Mbak ini anak-anak tetap gak bisa dibangunin', terus Bu Sahara tetap (bilang), 'bangunin Mbak sampai bisa'."
"Saya bangunin lagi untuk ketiga kalinya saya telepon dia 'Mbak, ini anak-anak gak bisa dibangunin', 'yaudah kalau gitu pindahin sendiri ya mobilnya'," paparnya menirukan ucapan Sahara, dalam tayangan YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah Senin (29/9/2025).
Yai Mim dan Rosida memang punya akses ke garasi dan mengetahui letak penempatan kunci mobil lantaran Yai Mim kerap membantu aktivitas di rental milik Sahara tersebut.
Namun, saat Yai Mim berusaha memindahkan mobil rental itu, ia terlalu menekan gas sehingga menimbulkan suara keras.
Hal itulah yang membuat Sahara marah. Ia yang sedang tidur merasa terganggu dengan suara tersebut.
"Karena tempatnya itu ke bawah, ada jalan paving terus ke bawah, gasnya nekannya terlalu dalam (kesalahan injak gas) mengakibatkan bersuara keras," jelas Rosida.
Yai Mim menimpali, saat itu Sahara keluar dalam kondisi masih mengenakan pakaian yang terbuka.
"Jadi begitu mendengar suara mobil itu, Mbak Sahara ini langsung bangun dengan pakaian yang mohon maaf pendek," ucap Yai Mim.
Sambil marah, Sahara lantas menghubungi suaminya, Sofian.
Baca juga: Usai Konflik Panjang dengan Sahara hingga Saling Lapor, Yai Mim Kini Berstatus Tersangka
Setelah dihubungi sang istri, Sofian langsung datang, ia juga melampiaskan kemarahannya.
"Pak Sofian datang marah-marah juga, 'ada apa ini?', gini bilang ke saya 'saya ini belum tidur'," kata Yai Mim menirukan ucapan Sofian.
Tak mau memperpanjang permasalahan, Yai Mim kemudian meminta maaf kepada Sahara dan Sofian.
Sahara pun menyambut baik, ia juga berbalik meminta maaf kepada tetangganya itu.
Tak hanya itu, Yai Mim dan Sahara ternyata sebelumnya juga pernah terlibat perselisihan.
Yai Mim pernah membuka lahan kosong di depan rumahnya yang niatnya untuk dijadikan tempat parkir mobil rental Sahara.
Ia sudah meminta izin kepada perangkat desa untuk membersihkan tanah kosong yang ditumbuhi semak belukar tersebut.
"Saya bersihkan sendiri, saya bakar. Gara-gara pembakaran itu juga membuat banyak orang marah, mungkin," ungkapnya.
Total biaya yang ia keluarkan untuk membersihkan lahan itu, termasuk memagarinya mencapai Rp12 juta.
Ia kemudian meminta Sofian untuk membantu biaya membersihkan lahan itu Rp1 juta. Namun, Sofian menolak lantaran dinilai terlalu mahal.
"Setelah sudah jadi, saya bilang 'Pak Alhamdulillah sampeyan (Sofian) sudah punya parkir seluas ini."
"Tapi tolong Pak bantu ya Rp1 juta aja. Itu jawabnya begini, 'kemahalan Rp1 juta, kalau sama saya paling Rp400 ribu aja'," tandas Yai Mim.
Karena tak disepakati, Yai Mim kemudian meminta agar mobil rental milik Sahara tidak parkir di depan rumahnya. Namun ternyata, Sahara masih kerap parkir di depan rumah Yai Mim.
Masalah lain, Yai Mim dituduh cabul oleh Sahara. Kejadiannya saat anak Sahara bermain ke rumah Yai Min.
Baca juga: Daftar Kerugian Yai Mim Imbas Berseteru dengan Sahara, Proyek Bareng Kementerian Terpaksa Kandas
Sahara yang mengetahui Rosida tengah pergi haji menyusul anaknya sembari membawa makanan.
Namun, ia malah mengunci pintu rumah Yai Mim dari dalam.
Meski telah diprotes Yai Mim, Sahara beralasan hal itu dilakukan agar anaknya tidak keluar.
Setelahnya Yai Mim naik ke lantai tiga rumahnya untuk mencuci baju dan mengenakan celana pendek.
Akan tetapi, Sahara tiba-tiba naik dan berteriak menyebut Yai Mim cabul.
Kejadian ini menjadi satu di antara alasan Yai Mim diusir dari perumahan tempat tinggalnya.
"Ibu Sahara melihat laki-laki berpakaian mengumbar aurat itu sama dengan melakukan pencabulan."
"Buktinya saya itu diusir dari kampung situ alasannya antara lain karena melakukan pencabulan dengan membuka aurat," tukasnya.
Kronologi Versi Sahara
Sementara itu, Sahara menjelaskan, perseteruannya dengan Yai Mim bermula dari dugaan pelecehan seksual, bukan polemik lahan parkir seperti yang viral di media sosial.
"Jadi permasalahan utamanya itu sebenarnya bagi saya pribadi itu pelecehan seksual," kata Sahara, dikutip dari YouTube CumiCumi, Jumat (3/10/2025).
"Beliau itu menganggap saya dan teman-teman yang ada di garasi itu terlalu santai dalam menyikapi guyonan-guyonan beliau," lanjutnya.
Sahara menuturkan, guyonan Yai Mim itu kemudian mengarah ke ranah pribadi. Sahara pun menganggap itu sebagai bentuk pelecehan verbal.
Ia mengaku telah mendapat pelecehan dari Yai Mim sebanyak empat kali.
"Sehingga dari situ mulailah beliau itu ada gurauan-gurauan yang mengarah ke ranah intim, sehingga saya merasa itu adalah pelecahan, bagi beliau bukan. Ada empat kali saya dilecehkan," bebernya.
Kuasa Hukum Sahara, Zaky Chong menjelaskan, polemik lahan parkir baru mulai pascadugaan pelecehan terjadi.
Namun, fakta itu sengaja ditutupi sementara oleh kliennya demi melindungi harga diri Yai Mim yang dikenal luas sebagai kyai dan dosen di perguruan tinggi ternama.
"Sedari awal, Mbak Sahara datang ke kami, mengadukan persoalan itu yang berkaitan dengan pelecehan seksual itu."
"Yang sudah sampai empat kali, tiga kali verbal dan yang satu kali ada buktinya," ungkap Zaky.
Akan tetapi, pihak Sahara merasa terus dipojokkan oleh Yai Mim. Sehingga dalam waktu dekat, pemilik usaha rental itu akan melaporkan kasus dugaan pelecehan tersebut ke polisi.
"Mari kita hargai kyai ini, namun ya harus tetap diberikan efek jera, makanya saya sampaikan ke Mbak Sahara, kita hold persoalan pelecehan seksualnya."
"Karena kenapa? Takut menghancurkan harkat dan martabatnya seorang ulama, makanya kami hold. Namun kami lebih memilih melaporkan pencemaran nama baik."
"Ternyata apa kami di-framming sedemikian rupa, sehingga insyaallah berkaitan dengan pelecehan seksual ini kami akan laporkan ke pihak yang berwajib," bebernya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Sahara juga buka suara dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di balik polemik lahan parkir yang selama ini digadang-gadang sebagai awal mula dari perseteruannya dengan Yai Mim.
"Logikanya begini, kalau persoalan parkir itu terjadi setelah kita bertengkar," tandasnya.
Soal mobil HiAce yang terparkir di depan rumah Yai Mim, Sahara membenarkannya. Ia pun mengungkapkan alasannya.
"Kalau untuk mobil HiAce yang panjang seusai di video, itu memang murni kesalahan dari saya sebagai penanggung jawab."
"Karena itu ada driver dari rental kami yang lain yang kemudian datang dari Jogja pada subuh hari."
"Otomatis kan beliau tidak tahu mau parkir di mana dan kembalikan ke siapa itu subuh pas azan," urainya.
Selanjutnya, Yai Mim melalui istrinya, Rosida Vignesvari membangunkan karyawan Sahara yang ada di garasi, namun mereka tak ada yang bangun.
Sahara juga membantah dirinya memberikan akses kepada Yai Mim terkait mobil rentalnya. Ia menegaskan, tak sembarangan memberikan akses usahanya ke orang lain.
Disebutnya, ia baru mengenal Yai Mim selama lebih kurang tiga bulan. Sebab menurut keterangan Ketua RT, Yai Mim baru pindah di lingkungan tersebut pada Maret 2025.
Sahara mengklaim, tak mungkin memberikan
"Saya tidak sembarangan memberikan akses, fasilitas perusahaan termasuk kunci kepada orang lain."
"Saudara sendiri aja belum tentu saya kasih kepercayaan itu apalagi orang lain," tandasnya.
Yai Mim jadi Tersangka
Penetapan tersangka terhadap Yai Mim dilakukan setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota melakukan gelar perkara.
Kuasa hukum Sahara, Moh Zakki mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polresta Malang Kota dalam menangani perkara tersebut.
"Yang pertama, saya mengucap syukur kepada Allah karena telah membantu perjuangan kami. Lalu yang kedua, saya sangat mengapresiasi kinerja penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota dalam menangani perkara ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa.
Zakki menuturkan, jika setelah penetapan tersangka ini, Yai Mim hendak meminta maaf. Pihak Sahara mempersilakan.
"Minta maaf itu kan dipersilahkan kepada siapa saja, dan itu hak setiap orang. Kami maafkan, namun sedari awal yang bersangkutan (Yai Mim) tidak memiliki itikad baik dan tidak pernah mau."
"Itu terbukti dari rekam jejaknya dan beberapa kali diundang mediasi, tetapi tidak pernah hadir," ungkapnya.
Namun, Zakki menegaskan, permintaan maaf itu bukan berarti menggugurkan proses hukum yang tengah berjalan.
"Kalau ini sudah masuk ke ranah hukum, maka tetap berjalan," tandasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Yai Mim Jadi Tersangka Kasus Dugaan Asusila, Pintu Maaf Dibuka Tapi Proses Hukum Tetap Berjalan
(Tribunnews.com/Lusi, TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Yai-Mim-jadi-tersangka.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.