Sabtu, 10 Januari 2026

Modus Kasus Love Scaming di Sleman, Incar Korban WNA dan Kirim Video Pornografi

Polresta Yogyakarta menggerebek markas sindikat love scamming internasional di Sleman. Tetapkan enam tersangka dengan omzet Rp30 miliar per bulan.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Bobby Wiratama
Tribunnews.com
PENIPUAN LOVE SCAMING - Barang bukti bersama enam tersangka kasus love scamming yang beroperasi di Sleman ditunjukkan polisi pada Rabu (7/1/2026). Aksi sindikat ini terbongkar setelah patroli siber mendeteksi aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Polresta Yogyakarta menggerebek rumah dua lantai di Sleman yang dijadikan markas sindikat love scamming internasional.
  • Sindikat yang menggunakan aplikasi kloning asal China bernama WOW ini meraup keuntungan hingga Rp30 miliar per bulan dengan modus mengirim konten pornografi.
  • Kasus serupa juga terjadi di Jakarta pada 2025, di mana seorang korban mengalami kerugian Rp423 juta akibat penipuan bermodus pekerjaan online.

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rumah dua lantai di Jalan Gito-Gati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digerebek pada Senin (5/1/2026).

Polresta Yogyakarta membongkar kasus love scaming jaringan internasional setelah dilakukan patroli siber.

Rumah kontrakan tersebut dijadikan markas PT Altair Trans Service untuk meraup keuntungan dari konten pornografi.

Perusahaan tersebut berperan mencarikan karyawan, mencari korban warga negara asing serta menjalankan aplikasi kencan.

Sebanyak 64 orang telah diamankan termasuk para pegawai customer service.

Setelah ditelusuri, polisi menetapkan enam tersangka yakni R (35) asal Sleman, CEO; H (33) asal Kebumen, HRD; P (28) asal Ponorogo, Project Manager; V (28) asal Bandung, Team Leader; G (22) asal Bantul, Team Leader; dan M (28) asal NTT, Project Manager.

Sindikat ini telah berjalan selama satu tahun dan meraup keuntungan fantastis hingga Rp30 miliar per bulan.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa sindikat ini menggunakan aplikasi kloning asal China bernama WOW.

Setiap karyawan ditugaskan mencari calon konsumen pria dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Korban kemudian dikirim konten pornografi dan diwajibkan membayar menggunakan koin yang berlaku di aplikasi.

“Baik video atau foto porno sudah disiapkan perusahaan, sudah ada di setiap hp dan laptop yang disediakan."

Baca juga: Penipuan Online Dominasi Kejahatan Siber di Jakarta, Kerugian 2025 Tembus Rp4,3 Triliun

"Bahkan, kita coba buka aplikasi WOW di situ sudah disiapkan tapi terbatas, lalu perusahaan dari Indonesia menambahkan secara manual,” ungkapnya, dikutip dari TribunJogja.com.

Kasus love scaming akan dikembangkan termasuk menelusuri warga China yang mengembangkan aplikasi.

“Kami sudah menghubungi Hubinter yang akan berkomunikasi dengan interpol,” tandasnya.

Para karyawan dibagi menjadi tiga sif dan setiap sif dapat menghasilkan 2 juta koin per bulan,

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved