Minggu, 18 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kementerian PU Gandeng HK Pulihkan Infrastruktur Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Hutama Karya telah mengerahkan 163 personil yang terdiri dari tim manajemen lapangan, operator alat berat ke Sumatera Barat.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
BANTUAN PASCABENCANA -  PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran aktif dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat. 

Ringkasan Berita:
  • PT Hutama Karya (HK) Persero mengambil peran aktif dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat
  • HK mengoptimalkan mobilisasi sumber daya guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat terdampak
  • Kementerian PU melalui Bina Marga dan Hutama Karya melaksanakan pembersihan material longsor, normalisasi saluran, perapihan dan pelebaran badan jalan dan pembuatan akses darurat.

 

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran aktif dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat. 

Kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengoptimalkan mobilisasi sumber daya guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat terdampak.

Pemulihan infrastruktur pascabencana difokuskan pada lima wilayah di Provinsi Sumatra Barat, meliputi Malalak, Lembah Anai, Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sejak hari pertama pascabencana pada 23 Desember lalu, Hutama Karya telah mengerahkan 163 personil yang terdiri dari tim manajemen lapangan, operator alat berat, serta tenaga pendukung guna memastikan penanganan berjalancepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Di sektor pemulihan akses jalan, Kementerian PU melalui Bina Marga dan Hutama Karya melaksanakan pembersihan material longsor, normalisasi saluran, perapihan dan pelebaran badan jalan, pembuatan akses darurat, hingga penanganan lanjutan pada titik-titik rawan.

Pemulihan akses dilaksanakan pada akses utama di jalur Lembah Anai sepanjang 5,8 KM dengan panjang penanganan efektif sekitar 800 meter. 

Akses Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi telah dioperasikan secara terbatas untuk dapat membuka jalur mobilitas warga agar dapat segera pulih pasca bencana.

Penanganan pemulihan akses jalan juga dilaksanakan diMalalak, tepatnya di Jalan Sicincin - Malalak - Balingka.

Akses jalan ini merupakan Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi yang menghubungkan daerah Kotomambang dengan daerah Malingka sepanjang 39 KM, dengan 9 titik terdampak longsor.

Hutama Karya pada pekerjaan pemulihan akses jalan tersebut mengerjakan pekerjaan pembersihan lokasi longsor, perapihan material longsor, perapihan debris, pembuatan jalan akses, loading tanah longsoran, pembuatanjembatan sementara pada Jembatan yang hilang akibat galododan perapihan box culvert, serta pembuatan akses darurat untuk kendaraan melintas.

Selain menjadi bagian dari pemulihan akses jalan, Kementerian PU dan Hutama Karya juga hadir memulihkan akses air bersih pada infrastruktur instalasi pengolahan air yang juga terdampak bencana.

Hutama Karya melakukan penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumatra Barat, meliputi pekerjaan di Intake Palukahan dan Intake Guo Kuranji (Kota Padang) serta Intake Silasuang, Broncaptering Silayang dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Basung (Kabupaten Agam) untuk menjaga keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat.

Adapun di Kabupaten Pesisir Selatan, pekerjaan difokuskan padaperbaikan 8 (delapan) lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). 

Pekerjaan pemulihan akses air bersih ini dikerjakan denganmenyambungkan pipa saluran air di beberapa titik tersebut dengan total panjang pipa 16 km.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved