Sabtu, 16 Mei 2026

Tren WFA di Birokrasi Daerah, ASN Boleh Kerja di Luar Kantor

Pemkot Solo, Jawa Tengah sedang menggodok kebijakan WFA bagi para ASN. ASN boleh bekerja di kafe hingga angkringan pada hari rabu

Tayang:
Istimewa
ILUSTRASI ASN - Pemkot Solo, Jawa Tengah sedang menggodok kebijakan WFA bagi para ASN. ASN boleh bekerja di kafe hingga angkringan pada hari rabu 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Solo tengah menggodok sistem pengawasan untuk mengawasi ASN yang diperbolehkan WFA tiap hari Rabu.
  • Wali Kota Solo, Respati Ardi menuturkan, saat ini pihaknya tengah menggodok sistem pengawasannya
  • Tujuan WFA bagi ASN, selain untuk efisiensi, juga untuk mendorong perputaran ekonomi di Kota Solo
  • Di Kota Ambon, ASN hanya 3 hari masuk kantor dan sisanya bekerja WFA

TRIBUNNEWS.COM - Tren Work From Anywhere (WFH) di birokrasi daerah mulai merebak.

Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai boleh bekerja di mana saja.

Seperti yang tengah dikaji oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah.

Rencananya, setiap hari Rabu, ASN boleh bekerja di mana saja, termasuk di kafe hingga angkringan.

Bukan berarti mereka hanya nongkrong, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan pihaknya tengah menggodok sistem pengawasan berbasis bukti atau evidence based.

Sistem tersebut nantinya bisa membedakan mana ASN yang produktif, mana yang cuma bolos kerja.

“Evidence base. Kalau nongkrongnya ini nongkrong nggak jelas pasti kita sanksi,"

"Ada sistem untuk pengawasan kepegawaian. Akan kelihatan mana yang memang bolos nongkrong di warkop ada yang kerja mengerjakan sesuatu," ujarnya, dikutip dari TribunSolo.com.

Sistem ini juga nantinya bakal mengawasi lokasi ASN secara akurat.

"Nanti dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang mengawasi,"

"Termasuk timestamp foto, kerja masih di wilayah Surakarta," jelasnya.

Baca juga: Fatalitas Kecelakaan Turun, Kakorlantas Nilai Pembatasan Truk Sumbu Tiga dan WFA Efektif

Tujuan digodoknya rancangan WFA ini adalah untuk meningkatkan fleksibilitas kerja.

Selain itu, Pemkot Solo juga berharap dengan WFA, perekonomian UMKM lokal makin bergerak karena pegawai bekerja dengan membeli produk mereka.

"Karena kita punya mekanisme pengawasannya. Nanti teknisnya biar bagian organisasi. Kami akan melakukan efektif efisien. Dan keberpihakannya nglarisi (melarisi) UMKM warga kita," jelas Respati.

Dengan adanya WFH, pengeluaran seperti listrik hingga kertas kantor diharapkan bisa ditekan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved