Rabu, 3 Juni 2026

Reza Tewas Terseret Arus Laut, Teman yang Hendak Ditolongnya Hilang

Tiga orang pekerja terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi. Satu di antaranya meninggal.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
IST
TERSERET ARUS LAUT - Tiga orang pekerja terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, Senin (19/1/2026) siang sekitar pukul 14.10 WIB. Seorang di antaranya meninggal, satu lainnya selamat dan seorang lagi hilang. 
Ringkasan Berita:
  • Tiga orang pekerja terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, Senin (19/1/2026).
  • Seorang di antaranya meninggal, satu lainnya selamat dan seorang lagi hilang.
  • Korban meninggal adalah Reza yang bermaksud menolong temannya.

TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tiga orang pekerja terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, Senin (19/1/2026) siang sekitar pukul 14.10 WIB.

Seorang di antaranya meninggal, satu lainnya selamat dan seorang lagi hilang.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Diduga Pelatih Valencia Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo NTT

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli mengatakan peristiwa itu terjadi di tepat di depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Awalnya seorang pekerja bernama Malik terseret arus deras.

"Malik berteriak meminta tolong kepada rekan kerjanya yang lain," kata Fazzli, Selasa (20/1/2026).

 

PENCARIAN KORBAN - Kapal Speedboat KSOP Labuan Bajo menyisir hingga ke sisi selatan Pulau Komodo untuk mencari satu korban Kapal tenggelam, Rabu 7 Januari 2026. Pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah diperpanjang dua hari, mulai Kamis (8/1/2025).
PENCARIAN KORBAN - Kapal Speedboat KSOP Labuan Bajo menyisir hingga ke sisi selatan Pulau Komodo untuk mencari satu korban Kapal tenggelam, Rabu 7 Januari 2026. Pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah diperpanjang dua hari, mulai Kamis (8/1/2025). (Tribun Flores/PETRUS GONSALES MOA)

 

Dua pekerja lain yang mendengar teriakan Malik, yakni Ranggi dan Reza Ade Jumawar spontan melompat ke laut untuk menolong.

Namun keduanya justru ikut terseret arus kencang.

Ranggi berhasil selamat, tapi Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan meninggal dunia. 

"Ranggi selamat dengan cara naik ke atas ponton," ujarnya. 

Sementara itu, Malik, warga Ganet, Tanjungpinang, masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Fazzli mengatakan laporan kejadian ini diterima dari pihak Kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. 

Menanggapi laporan tersebut, tim rescue segera melakukan koordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Satpolairud Polres Bintan, dan Pos TNI AL Kijang.

Tim Rescue KPP Tanjungpinang yang berjumlah empat personel telah diberangkatkan menuju LKK menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel sekitar pukul 19.15 WIB. 

Jarak lokasi kejadian berkisar 11,15 NM dari kantor SAR Tanjungpinang.

Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban Malik.

Tim SAR akan fokus melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar perairan Pulau Poto guna menemukan keberadaan korban Malik. 

"Kita hari ini melakukan pencarian semaksimal mungkin agar korban bisa ditemukan," ujarnya. 

Dia mengimbau kepada masyarakat atau nelayan yang melihat korban, agar bisa menginformasikan kepada tim gabungan. 

"Mohon doa dan dukungan selama proses pencarian korban," katanya.

(Tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng )

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Viral di Medsos, 3 Pekerja Terseret Arus Laut, Satu Orang Meninggal Dunia, Satu Hilang

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved