Gunung Ile Lewotolok NTT Meletus 130 Kali: Tinggi Kolom Abu 500 Meter, 7 Desa Terdampak Abu Vulkanik
Gunung Ile Lewotolok meletus 130 kali, status Siaga. Abu vulkanik cemari air warga di 7 desa Lembata, masyarakat diminta waspada
Ringkasan Berita:
- Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, meletus sebanyak 130 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 200–500 meter
- Aktivitas vulkanik ini membuat status gunung berada di Level III (Siaga) dan menyebabkan tujuh desa terdampak, termasuk tercemarnya sumber air bersih warga
- Masyarakat diminta menjauhi radius 3 kilometer dari kawah serta mewaspadai potensi abu vulkanik dan guguran lava.
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi sebanyak 130 kali pada Selasa (20/1/2026).
Letusan juga disertai kolom abu setinggi 200–500 meter dengan warna putih, kelabu, hingga hitam.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi disertai suara gemuruh berintensitas lemah.
“Teramati 130 kali letusan dengan tinggi 200–500 meter. Warna asap putih, kelabu, hingga hitam, disertai gemuruh intensitas lemah,” ujar Stanislaus, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, asap kawah teramati bertekanan lemah hingga sedang dengan tinggi sekitar 50–100 meter di atas puncak.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Ile Lewotolok di NTT Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 1 Kilometer
Status Siaga Level III
Saat ini, aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran lava, longsoran, serta awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, serta menutup tempat penampungan air bersih.
Tujuh Desa Terdampak, Air Bersih Tercemar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mencatat tujuh desa terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok, yakni: Desa Todanara, Desa Jontona
Desa Bailaliduli, Desa Lamaau, Desa Aulesa, Desa Lamatokan dan Desa Watodiri.
Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban, mengatakan hujan abu menyebabkan air bersih warga tercemar.
“Air yang ditampung warga tercemar abu vulkanik. Saat ini kami sedang berkoordinasi untuk distribusi air bersih ke desa-desa terdampak,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Sebelumnya, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami dua kali erupsi pada Senin (19/1/2026):
- Pukul 06.18 WITA : Kolom abu setinggi ±400 meter, berwarna putih hingga kelabu, condong ke arah timur. Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi 48 detik.
- Pukul 08.59 WITA : Kolom abu setinggi ±500 meter, berwarna kelabu hingga hitam, intensitas tebal ke arah timur. Tercatat dengan amplitudo maksimum 21,4 mm dan durasi sekitar 1 menit 15 detik.
Hingga kini, status Gunung Ile Lewotolok tetap Level III (Siaga).
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti seluruh rekomendasi dari pihak berwenang. (Pos Kupang/Eflin Rote/Arnoldus Welianto)
Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Gunung Ile Lewotolok Meletus 130 Kali, Warga Diminta Waspada,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gunung-Ile-Lewotolok1221222.jpg)