Jumat, 5 Juni 2026

Nasib Pilu Abdul, Kurir Paket di Cianjur Babak Belur Dikeroyok Gara-gara Salah Paham COD

Kurir bernama Abdul Qudus babak belur setelah dikeroyok saat mengantarkan paket di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Kurir paket Abdul Qudus babak belur dikeroyok keluarga penerima akibat salah paham COD.
  • Kejadian terjadi di Pasirkuda Cianjur, korban dipukul bertiga hingga luka kepala dijahit.
  • Polisi mengamankan tiga pelaku dan menegaskan kasus kekerasan kurir COD berulang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan terhadap kurir pengantar paket kembali terjadi.

Kali ini seorang kurir bernama Abdul Qudus babak belur setelah dikeroyok saat mengantarkan paket di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

Abdul dikeroyok keluarga penerima paket lantaran salah paham gara-gara sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD).

Dikutip dari Kompas TV, berdasar keterangan korban, kejadian ini bermula dari keresahan Abdul mengenai keluarga terduga pelaku.

Abdul menitipkan pesan kepada anak pemilik paket agar orang tuanya tidak memesan barang lagi jika sering tidak ada di rumah saat pengantaran. 

Hal ini karena pemilik paket menggunakan sistem COD yang mana mengharuskan pembayaran dilakukan di tempat saat barang tiba.

Merasa tersinggung dengan ucapan sang kurir, pihak penerima paket memanggil kerabatnya untuk menghadang korban.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra mengungkapkan saat korban kembali mendatangi rumah penerima, terjadi cekcok yang berujung pada aksi kekerasan fisik secara bersama-sama menggunakan tangan kosong.

"Pelaku yang berjumlah tiga orang melakukan penganiayaan berupa pemukulan terhadap korban," ujar Fajri, dikutip dari Kompas TV, Senin (2/2/2026).

Korban mengalami luka robek di bagian kepala hingga mendapat jahitan.

Adapun tiga orang yang diamankan ialah RZ (19), AR (18), dan NR (28).

Baca juga: Suderajat Penjual Es Gabus Kena Semprot Dedi Mulyadi: Kantongi Rp 100 Juta, tapi Masih Ngaku Sulit

Kasus di Daerah Lain

Pada September 2025 lalu, seorang pria berinisial KC tega menebas kurir paket di Bekasi, Jawa Barat, gara-gara uang Rp 30 ribu.

KC menganiaya kurir paket COD berinisial ID (22).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan jika pihaknya sudah menahan pria bertato inisial KC.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Pelarian itu dilakukan setelah mengetahui dirinya diburu polisi.

"Karena mengetahui sedang diburu oleh Tim Buser Sat Reskrim Bekasi Kota dan dihimbau untuk menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke daerah Tangerang Kota," ungkapnya, Minggu, 28 September 2025.

Pelaku kini meringkuk di penjara setelah dilakukan penahanan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

"Tersangka penganiayaan kurir JnT alias menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota," ujarnya. 

Mundur ke bulan Juli 2025, kasus penganiayaan terhadap kurir juga terjadi di Yogyakarta.

Saat itu, seorang seorang pria yang mengaku berlatar belakang pelayaran, melakukan penganiayaan terhadap kurir makanan atau driver ShopeeFood.

Aksi pria berinisial T itu memancing kemarahan komunitas ojek online di Yogyakarta.

SOSOK MAS PELAYARAN - Sosok T yang mengaku pelayaran diduga menganiaya driver Shopee Food dan kekasihnya di Godean Yogyakarta
SOSOK MAS PELAYARAN - Sosok T yang mengaku pelayaran diduga menganiaya driver Shopee Food dan kekasihnya di Godean Yogyakarta (X @lookmanytime/Istimewa)

Ratusan driver dari berbagai platform pun mendatangi kediaman T yang berada di kawasan Bantulan, Godean, Sleman, pada 5 Juli 2025 sebagai bentuk solidaritas dan protes atas tindakan yang dianggap tidak manusiawi itu.

Pertikaian antara pelanggan dan driver ShopeeFood di Yogyakarta bermula pada Kamis, 3 Juli.

AD (25), driver ShopeeFood, mengantarkan pesanan yang terlambat sekitar lima menit.

Keterlambatan ini disebabkan oleh sistem double order otomatis serta kemacetan lalu lintas akibat adanya kirab budaya.Dalam tugas malam itu, AD ditemani oleh kekasihnya, AM (24), yang kerap ikut mengantar bila tujuan pengantaran berada di lokasi terpencil dan malam hari.

Setibanya di rumah pelanggan, AD disambut dengan nada bicara tinggi dari T dan berujung penganiayaan.

T dan dua anggota keluarganya diamankan pihak kepolisian dan menjalani proses hukum.

(Tribunnews.com/Gilang P)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved