Siswa SD di NTT Meninggal
Murid SD di Ngada NTT Akhiri Hidup Diduga Karena Alat Tulis, Bupati: Bisa Jadi Faktor Lain
Bupati Ngada mengatakan berdasarkan informasi yang ia dapat, YBS dikenal sebagai anak yang periang, rajin, dan suka membantu
Ringkasan Berita:
- Bupati Ngada Raymundus Bena menilai terlalu dini menyimpulkan kematian siswa SD YBR disebabkan ketiadaan buku dan pulpen, karena faktor penyebabnya dinilai sangat kompleks.
- Ia menyebut YBR dikenal sebagai anak periang, rajin, dan aktif, serta kemungkinan ada pengaruh lain di tengah keterbukaan informasi saat ini.
- Pihak sekolah mengakui keterbatasan pemantauan kondisi sosial siswa dan menyatakan akan meningkatkan perhatian ke depan.
TRIBUNNEWS.COM, NGADA- Bupati Ngada, Raymundus Bena mengatakan terlalu dini menilai murid kelas IV SD berinisial YBR (10) bunuh diri karena tidak punya buku dan pulpen.
Raymundus mengatakan berdasarkan informasi yang ia dapat, YBR dikenal sebagai anak yang periang, rajin, dan suka membantu. Bocah itu juga salah satu siswa yang sangat aktif.
Oleh sebab itu, ia menilai penyebab kematian YBR sangat kompleks.
“Kesimpulan bahwa (YBR) meninggal karena tidak punya ballpoint dan tidak punya buku, saya agak lain menilainya. Saya menilai ini sangat kompleks,” ujar Raymundus, Kamis (5/2/2026).
“Pertanyaan kita, referensi sampai dia bunuh diri, apakah referensi karena buku?, karena itu kah?. Karena itu terlalu dini menilai seperti itu,” tambahnya.
Menurut Raymundus, bisa jadi ada faktor lain yang menyebabkan korban melakukan aksi tersebut. Apalagi di tengah era keterbukaan informasi seperti sekarang.
“Ini sekarang tuh sangat terbuka, bisa jadi mungkin karena nonton TV, nonton video atau seperti apa, ya, itu,” katanya.
Sekolah Terbatas Pantau Siswa
YBR diketahui bersekolah di SD Negeri Rutojawa, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, YBR diketahui tinggal bersama neneknya dalam kondisi ekonomi terbatas. Sepulang sekolah, ia kerap membantu sang nenek berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kepala UPTD SD Negeri Rutojawa, Maria Ngene, mengatakan YBR dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan,” kata Maria saat ditemui, Rabu (4/2/2026).
Menanggapi informasi yang beredar terkait kebutuhan perlengkapan belajar korban, Maria menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci kondisi tersebut.
Menurut dia, pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.
“Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar. Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi,” ujarnya.