Rabu, 20 Mei 2026

Pekerja Migran Asal Serang Banten Diisolasi 4 Bulan di Saudi Karena Pendarahan, Begini Nasibnya

Karena tidak kuat bekerja di Arab Saudi, Latiyah minta dipulangkan tapi pihak agency meminta uang sebesar Rp40 juta.

Tayang:
Editor: Erik S
Tribun Wow
ILUSTRASI PEKERJA MIGRAN - Latiyah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Asal Kampung Sukamulya, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten bisa bernapas lega setelah kembali ke tanah air. 

Ringkasan Berita:
  • Latiyah, PMI asal Kabupaten Serang, akhirnya bisa pulang ke Indonesia setelah sakit pendarahan dan diisolasi selama empat bulan di Arab Saudi. 
  • Ia sempat diminta membayar puluhan juta rupiah oleh agency untuk bisa dipulangkan, hingga akhirnya membuat video yang viral. 
  • Berkat perhatian pemerintah daerah, Latiyah berhasil kembali ke tanah air dan kini fokus menjalani pemulihan.

TRIBUNNEWS.COM, SERANG -  Latiyah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Asal Kampung Sukamulya, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten bisa bernapas lega setelah kembali ke tanah air.

Latiyah sebelumnya berada di Arab Saudi selama sembilan bulan. Dia diisolasi empat bulan karena sakit pendarahan yang tidak kunjung sembuh.

Karena tidak kuat bekerja di Arab Saudi, Latiyah minta dipulangkan tapi pihak agency meminta uang sebesar Rp40 juta.

Latiyah lantas membuat vidio agar pemerintah membantu kepulangannya.

Video itupun viral sehingga langsung jadi atensi Pemerintah Kabupaten Serang dan akhirnya Latiyah bisa pulang ke tanah air. 

"Saya sakit pendarahan dan gak sembuh sembuh terus saya dirijek dan diisolasi selama empat bulan," ucapnya, Sabtu, (7/2/2026).

Latiyah mengatakan mengalami pendarahan akibat kerja berat ditambah tak lama usai melahirkan. 

"Mungkin bekas kerja berat berat, karena kan waktu berangkat habis melahirkan tiga bulan," ujarnya.

Tidak Sesuai Prosedur

Latiyah, (tengah) Pekerja Migran Indonesia
Latiyah, (tengah) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Carenang yang sempat diisolasi di Arab Saudi lantaran mengalami pendarahan kini sudah dipulangkan, Sabtu, (7/2/2026).

Latiyah diberangkatkan ke timur tengah oleh pihak PT Bahana dengan proses nonprosedural.

Namun, kata dia, waktu Ia meminta pulang ke Indonesia pihak agency yang disuruh bertanggung jawab. 

"Itu yang meminta pihak sarikah smasco, ya udah kalau kamu mau minta pulang suruh agency kamu untuk bertanggungjawab kalau gak kamu yang bayar 12 ribu real atau sekitar 53 juta," kata latiyah. 

Baca juga: FKPMI: Malaysia, Singapura dan Taiwan Bukan Tujuan Dominan Penempatan PMI Sektor Formal

Sementara itu, Ia tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk pulang ke Indonesia, dan berkat pertolongan pihak pemerintah akhirnya ia bisa pulang ke tanah air. 

"Ya rasanya seneng bisa berkumpul dengan keluarga paling dan sekarang fokus ke penyembuhan," ucapnya. 

Latiyah mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah Kabupaten Serang yang sudah mengurus proses pemulangan dirinya sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved