Bocah di Sukabumi Kritis usai Tertembak Senapan Angin, Ayah Tiri Tak Sadar Ada Peluru
Bocah 6 tahun di Sukabumi kritis usai tertembak senapan angin PCP kaliber 4,5 mm saat ayah tiri membersihkan senjata di depan rumah, Sabtu (7/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Senapan angin yang mudah diperoleh tanpa pengawasan telah menimbulkan insiden tragis, termasuk kasus Padang Pariaman dan Sukabumi.
- Kedua peristiwa terjadi karena kelalaian dan akses senjata yang tidak aman di rumah.
- Di Sukabumi, ayah tiri tak mengetahui senapan angin masih terdapat peluru.
TRIBUNNEWS.COM - Senapan angin mudah diperoleh tanpa pengawasan ketat meski daya tembaknya membahayakan.
Di sejumlah wilayah terdapat insiden bocah terkena senapan angin yang disimpan di rumah.
Senapan angin berfungsi sebagai alat olahraga menembak dan berburu hewan kecil.
Pada Kamis (14/2/2025) lalu, bocah berinisial GMR (10) terkena tembakan senapan angin di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Penembak merupakan temannya, FPA (13) yang tak mengetahui senapan milik ayah berbahaya digunakan.
Kasus serupa terjadi di Sukabumi, Jawa Barat saat seorang pria berinisial S (35) membersihkan senapan angin pada Sabtu (7/2/2026) siang.
S tak menyadari senapan angin masih terdapat peluru sehingga tembakan mengenai anak tirinya, SH (6).
Korban langsung dievakuasi ke ruang ICU RS Betha Medika Cisaat, Sukabumi untuk mendapat perawatan intensif.
S mengalami luka tembak di bagian pelipis hingga tembus ke bagian belakang kepala.
Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar, menyatakan korban masih tak sadarkan diri dan mendapat penanganan khusus.
Pihak rumah sakit belum mengungkap tindakan yang dilakukan untuk korban.
Baca juga: Pria di Kolaka Sultra Ngaku Tembak Tiang, Senapan Angin yang Dibawanya Tewaskan R
“Untuk perkembangan medis korban, pihak rumah sakit masih menunggu dokter spesialis yang akan memberikan penanganan lanjutan,” ungkapnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Awalnya, S sedang membersihkan senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 mm di depan rumah.
S kaget saat senapan angin mengeluarkan tembakan hingga mengenai korban yang berada di depan rumah.