Sabtu, 18 April 2026

Temu Berdaya, Ruang Aman dan Gerakan Pemberdayaan Perempuan untuk Aksi Sosial Berkelanjutan

Temu Berdaya diciptakan Natasha Sharla, sebagai wadah komunitas relawan perempuan dari generasi muda untuk belajar, berbagi, dan berdampak bersama.

|
HO/IST
PENDIRI TEMU BERDAYA - Sharla, Founder Temu Berdaya yang sedang melaksanakan aksi petik buah bersama anak-anak, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Temu Berdaya adalah komunitas relawan perempuan yang didirikan oleh Natasha Sharla Kirana yang terinspirasi dari pengalaman volunteer-nya di Banda Neira
  • Temu Berdaya mengusung tagline “Berdampak, Bergerak, dan Berdaya”, aktif menggelar berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, UMKM, serta edukasi kesehatan reproduksi.
  • Komunitas Temu Berdaya menjadi wadah positif bagi generasi muda perempuan untuk tumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

TRIBUNNEWS.COM - Komunitas relawan perempuan Temu Berdaya hadir sebagai ruang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi, bersosialisasi, dan berdaya di tengah masyarakat.

Komunitas ini menjadi wadah bagi generasi muda perempuan yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial secara positif, inklusif, dan bermakna.

Temu Berdaya biasanya menggelar berbagai aksi sosial, mulai dari kegiatan di panti asuhan, yayasan disabilitas, hingga panti jompo di berbagai daerah misalnya yang sudah dilaksanakan di Blitar, Tulungagung, hingga Solo.

Dengan mengusung tagline “Berdampak, Bergerak, dan Berdaya”, komunitas ini tidak hanya berfokus pada aktivitas kerelawanan, tetapi juga pada proses pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Komunitas ini didirikan oleh Natasya Sharla Kirana (21), mahasiswi internasional Universitas Ciputra jurusan Business Management yang kini juga dikenal sebagai seorang pengusaha atau entrepreneur.

Natasha Sharla Founder Temu Berdaya
FOUNDER TEMU BERDAYA - Founder Temu Berdaya ketika melaksanakan aksi sosial di masyarakat.

Perempuan asal Blitar yang akrab disapa Sharla ini juga memiliki latar prestasi sebagai Diajeng Favorite Kota Blitar 2021, Duta Pendidikan Jawa Timur 2022, serta Runner Up Srikandi Indonesia 2023.

Sharla mengungkapkan, lahirnya Temu Berdaya berawal dari pengalaman pribadinya saat mengikuti kegiatan volunteer.

“Jadi di tahun 2025, bulan Februari lalu, aku mencoba ikut one day volunteer diajak teman aku, dari sana aku ngerasa, ternyata nge-recharge energy banget, karena itu pertama kalinya aku ikut volunteer,” ujar Sharla saat diwawancarai Tribunnews.com, Senin (12/1/2026).

Pengalaman tersebut berlanjut pada Juni 2025, saat ia kembali terjun sebagai relawan dalam aksi sosial di Banda Neira.

“Di Banda Neira aku masuk di divisi pendidikan, dan yang bikin aku tertarik banget waktu itu aku mengajar edukasi seksual (sex education) ke anak-anak SD dan SMP.

Dari situ aku ngerasa interaksi dengan warga, anak-anak, dan lingkungannya itu benar-benar nge-recharge energy aku,” ungkapnya.

Baca juga: WNI Terpilih Jadi Relawan Revitalisasi Kota Waki Jepang, Angeline Siap Promosikan Daya Tarik Lokal

Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan Sharla untuk membangun wadah relawan sendiri, khususnya bagi perempuan.

“Saya membuat Temu Berdaya karena saya ingin perempuan Indonesia tetap memiliki dan tidak kehilangan sisi empati serta kepedulian sosialnya, di tengah kesibukan dan tuntutan hidup," ujarnya.

Sharla juga menyebut bahwa ruang khusus penting diciptakan untuk memberikan rasa saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan ke sesama perempuan.

"Saya juga merasa, penting adanya ruang khusus untuk saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan satu sama lain," tandasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved