9 Hari Tak Kembali Usai Pamit Tagih Utang Rp 2 Juta, Jasad Umar Terbungkus Karung, Ini Sosoknya
Sebelumnya ditemukan tewas terbungkus karung, Umar Gayam sempat pamit kepada keluarga untuk menagih utang Rp 2 juta.
Meski memiliki keterbatasan, Cecep dikenal sebagai pekerja keras.
Ia bekerja sebagai buruh bangunan dan sempat membantu pekerjaan di salah satu rumah sakit di wilayah Mariat.
Penghasilannya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan adiknya.
"Dia bukan orang kaya. Dia kerja bangunan, tapi dia tulang punggung keluarga. Sekarang kalau dia sudah tidak ada, siapa yang mau tanggung keluarga," kata Maulud.
Maulud menilai kondisi korban yang memiliki keterbatasan membuatnya sulit melawan saat terjadi kekerasan.
Ia juga menyesalkan dua terduga pelaku yang disebut masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Sorong.
Namun, menurutnya, usia muda tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindari hukuman berat.
"Secara mental sudah tega menghabisi nyawa orang dengan cara sadis. Jangan bersembunyi di bawah payung perlindungan anak. Hukum harus berjalan lurus," tegasnya.
Maulud menyatakan keluarga tidak membuka ruang kompromi dalam kasus tersebut.
"Kami akan terus kawal kasus ini sampai ke meja hijau. Tidak ada tawar-menawar. Pidana tetap pidana. Ini tentang nyawa, bukan binatang yang dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Ia kembali menegaskan tuntutan keluarga agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
"Kami minta hukuman mati," ucapnya.
Di tengah duka mendalam, keluarga juga harus menjalani bulan suci Ramadan tanpa kehadiran Cecep.
“Saya akan bersedih bila suara tahmid dan takbir berkumandang, dan saya harus mengucapkan doa serta Al-Fatihah untuknya,” ujar Maulud sambil meneteskan air mata.
Kronologi Penemuan Mayat
Warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya menemukan jasad terbungkus karung putih di Jalan Kontainer, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.
Informasi yang dihimpun TribunSorong.com, jenazah berjenis kelamin laki-laki itu dalam kondisi termutilasi.
Bagian tubuhnya terlebih dahulu dimasukkan ke tas belanja, selanjutnya dimasukkan ke dalam karung.
Dari berbagai kabar yang beredar masif di media sosial, motif pembunuhan dilatarbelakangi utang piutang.
Namun pihak berwenang masih menyelidiki kepastiannya.
Penulis: (Tribunsorong.com/Taufik Nuhuyanan) (Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Update Kronologi Penemuan Jasad dalam Karung di Sorong: Pamit Jam 11 Malam, Hilang 10 Hari
Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Sosok Korban Pembunuhan di Sorong yang Jasadnya Termutilasi di Karung: Berjuang Demi Sekolah Adik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Penemuan-Jasad-di-Sorong-Papua_1.jpg)