5 Populer Regional: Nasib Brimob Bripda Masias Dipecat - Viral Ketua RT Lewati Jalan Cor Basah
Bripda Mesias dipecat atas kasus penganiayaan, sementara ketua RT di Blora dilaporkan ke polisi usai viral menerobos jalan cor.
4. Misteri 2 Korban Tewas akibat Penyerangan Pos Jaga PT Kristalin, Polisi Ungkap Sulitnya Identifikasi
Sudah dua hari sejak peristiwa penyerangan dan pembakaran Pos Penjagaan PT Kristalin Ekalestari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dua korban yang tewas terbakar belum juga teridentifikasi hingga Senin (23/2/2026).
Polisi menyebut hambatan proses identifikasi lantaran kondisi jenazah yang terbakar parah sehingga kesulitan untuk mengidentifikasinya.
Kondisi fisik jasad yang mengalami luka bakar sangat parah akibat kobaran api.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R Urbinas mengatakan pihak medis masih memerlukan waktu tambahan untuk menyelesaikan tahapan forensik.
Wakapolda menyebut proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tak membuahkan hasil.
"Proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tidak memberikan hasil yang akurat," kata Gustav kepada wartawan di Nabire, Senin (23/2/2026).
Mantan Kapolresta Jayapura Kota ini mengatakan, langkah-langkah medis harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam penetapan identitas korban.
Kombes Pol Gustav menekankan bahwa kepastian identitas korban sangat krusial untuk kepentingan penyidikan dan pemenuhan hak keluarga korban.
Polri berkomitmen memberikan informasi yang valid kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kedokteran kepolisian selesai dilakukan.
"Proses identifikasi untuk korban belum selesai karena perlu langkah-langkah forensik secara mendalam," ungkapnya.
5. Ketua RT di Blora Dipolisikan usai Viral Lewati Jalan Cor Basah: Saya Tidak Merusak, Itu Jalan Umum
Pembangunan infrastruktur merupakan satu di antara fondasi utama kemajuan sebuah negara.
Di Indonesia, pembangunan jalan dalam satu dekade terakhir menjadi bagian penting dari agenda nasional.
Mulai dari jalan desa hingga proyek strategis seperti jaringan tol yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Namun, di balik ambisi besar membangun konektivitas, ada persoalan sederhana yang sering terabaikan, masih banyak pengguna jalan yang nekat melintasi jalan cor yang masih basah.
Seperti yang baru-baru ini terjadi di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Seorang pria bernama Agus Sutrisno yang merupakan Ketua RT 4 RW 1 Desa Palon, viral di media sosial lantaran melewati jalan cor yang masih basah dengan menggunakan sepeda motor.
Akibatnya, jalan cor tersebut rusak dan meninggalkan bekas ban sepeda motor.
Atas aksinya, Agus dipolisikan oleh pihak kontraktor CV Meteor Jaya ke Polres Blora.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan tersebut.
"Saya kemarin sudah menindaklanjuti laporan aduan, kita bersama tim Inafis melaksanakan olah TKP di lokasi kejadian. Kurang lebih ada sekitar 10 personil yang melakukan olah TKP, gabungan sama Polsek Jepon," jelasnya, Senin (23/2/2026), dikutip dari TribunJateng.com.
Sementara itu, Agus menjelaskan latar belakang tindakannya melintasi jalan yang sedang dalam proses pengerjaan.
"Saya selaku warga negara Indonesia maupun masyarakat toh warga khususnya Desa Palon, itu tidak melarang orang bekerja dan saya tidak melarang untuk orang cari sesuap nasi," kata Agus saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/2/2026), dilansir TribunJateng.com.
(Tribunnews.com)