Selasa, 21 April 2026

Rumah Riyoso Eks Pj. Sekda Pati Digeledah KPK, Diduga Terkait Kasus Sudewo

Rumah milik Riyoso, mantan Penjabat (Pj.) Sekda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Tiara Shelavie
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
PENGGELEDAHAN - (Kiri) rumah milik Riyoso, mantan Penjabat (Pj.) Sekda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat siang, (27/2/2026), dan (kanan) foto Riyoso. 

Wanita yang mengaku bernama Dewi pertama kali yang menghubungi Riyoso lewat pesan WhatsApp. Dewi tiba-tiba melakukan video call dan secara spontan diangkat oleh Riyoso.

"Saat kejadian itu saya di toilet untuk buang air besar (BAB). Kebiasaan saya kalau BAB selalu bawa HP."

"Kejadiannya orang itu ngebel (telepon) saya, reflesk saya angkat ternyata video call, dia sudah telanjang."

"Saya tersentak kaget melihat adegan itu, tapi hanya sekejap langsung saya matikan,” kata Riyoso, dikutip dari Tribun Jateng.

Riyoso dalam klarifikasinya berani bersumpah tidak pernah mengenal Dewi. Ia mengaku berulang kali Dewi mengirim pesan kepada dirinya.

Baca juga: Riyoso Plt Sekda Pati Punya Harta Rp4,5 M, Viral usai Bersitegang dengan Warga Penolak Kenaikan PBB

Dewi disebut juga memancing Riyoso agar berbuat tak senonoh dengan melakukan video call.

“Demi Allah, saya bersumpah, Wallahi, saya tidak pernah bertemu apalagi janjian."

"Dia selalu mengirimi WA untuk menghubungi saya, dengan segala cara agar saya khilaf dan terpancing, Pelaku WA saya mengajak terus menerus," urai Riyoso.

Pernah berdebat dengan pendemo

Riyoso pernah berdebat dengan pendemo Kantor Bupati Pati pada Selasa, (5/8/2025).

Aksi demo ini buntut respons dari Pemerintah Kabupaten Pati yang melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Alasan kenaikan tersebut karena selama 14 tahun sejak 2011 tak ada penyesuaian PBB-P2.

Kebijakan menaikkan tarif PBB-P2 pada akhirnya menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Sejumlah warga kemudian bergotong royong menyiapkan aksi demo besar-besaran yang akan digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang. Mereka diketahui sudah sejak awal bulan mulai mendirikan pusat komando (posko) depan Kantor Bupati Pati.

Warga lain yang bersimpati dengan aksi ini tergerak memberikan donasi berupa air mineral yang disusun depan posko.

Pada Selasa, (5/8/2025), terjadi ketegangan antara Plt Sekda Pati Riyoso dengan peserta aksi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved