Minggu, 19 April 2026

Petugas di Lingkaran Gubernur Jateng Halangi Kerja Jurnalis, Ahmad Luthfi Bantah Mempersulit

Petugas keamanan di lingkaran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi diduga menghalang-halangi kerja jurnalis yang hendak melakukan peliputan.

Tribunnews.com/Dok JURNALIS PEKALONGAN
AKSI PROTES - Belasan jurnalis di Kabupaten Pekalongan meletakkan kartu pers sebagai simbol aksi protes di depan pintu masuk Aula Setda Pekalongan karena dilarang meliput kegiatan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Senin (9/3/2026). Ahmad Luthfi membantah mempersulit kerja wartawan. 

Ringkasan Berita:
  • Jurnalis diduga dihalangi Satpol PP saat meliput agenda Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
  • Insiden penghalangan peliputan terjadi di Semarang dan Pekalongan pada Senin, 9 Maret 2026.
  • Ahmad Luthfi membantah larangan peliputan dan menegaskan tidak mempersulit kerja wartawan.

TRIBUNNEWS.COM - Petugas keamanan di lingkaran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi diduga menghalang-halangi kerja jurnalis yang hendak melakukan peliputan.

Pekerja media yang ingin meliput kegiatan Ahmad Luthfi dihalang-halangi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Peristiwa ini terjadi di dua tempat pada Senin (9/3/2026), yaitu di Kota Semarang dan Kabupaten Pekalongan.

Dilansir TribunJateng.com, jurnalis BeritaJateng, Dinda, mendapati pelarangan peliputan kegiatan rapat koordinasi yang membahas persiapan mudik lebaran 2026 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja yang berlokasi di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Rapat tersebut digelar pada Senin pukul 10.45 WIB.

Awalnya beberapa jurnalis tidak boleh naik ke lantai dua tempat rapat koordinasi berlangsung, oleh sejumlah petugas Satpol PP Jateng. 

Tetapi, saat petugas Satpol PP beralih dari tempat penjagaan, sejumlah jurnalis mencoba naik ke lantai tersebut.

Selepas naik ke lantai dua, jurnalis kesulitan mengakses ruangan liputan rakor.

Selepas mencari celah pintu masuk, akhirnya jurnalis bisa masuk melalui pintu sisi samping gedung.

Selepas bisa masuk,  para jurnalis lantas didatangi oleh seseorang berseragam taktikal dan salah satu anggota tim media Gubernur.

“Belum ada 5 menit kita masuk, sudah ada yang menghalangi, ada yang meminta kita keluar dengan cara memohon-mohon tapi tetap memaksa."

"Karena takut jadi perhatian publik, akhirnya aku dan teman-teman wartawan langsung pergi,” katanya, Selasa (10/3/2026). 

Baca juga: MK Hapus Pasal Karet Soal Perintangan Penyidikan, Pengamat: Lindungi Kerja Advokat dan Jurnalis

Wartawan diminta keluar oleh sejumlah orang berkemeja cokelat seperti ajudan, serta staf Humas Pemprov Jateng.

Ia pernah mendengar Ahmad Luthfi tidak senang akan keberadaan orang yang lalu lalang atau keluar masuk saat acara atau rapat berlangsung.

"Tapi kami kan diam. Apalagi ini rapat koordinasi lebaran, publik perlu tahu persiapan lebaran ngapain saja,” ujarnya.

Kejadian di Pekalongan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved