Mudik Lebaran 2026
Ruas Jalan Nasional Penghubung DIY-Jateng-Jatim Kini Bebas Banjir, Arus Mudik 2026 Dipastikan Lancar
Pemerintah meninggikan badan jalan sekaligus perbaikan struktur perkerasan guna memastikan kelancaran lalu lintas di jalan nasional Palur–Sragen
Ringkasan Berita:
- Badan jalan ditinggikan agar tidak banjir dan membuat arus mudik lancar.
- Banjir di ruas jalan nasional Palur-Sragen diduga karena alih fungsi lahan
TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Ruas jalan nasional Palur–Sragen Jawa Tengah di KM 13 yang selama ini dikenal rawan banjir saat musim hujan kini dipastikan lebih siap menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Melalui paket pekerjaan preservasi jalan yang tengah berjalan, pemerintah meninggikan badan jalan sekaligus perbaikan struktur perkerasan guna memastikan kelancaran lalu lintas, terutama bagi para pemudik yang melintas di jalur penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Bina Marga Kementerian PU ruas Surakarta–Palur–Sragen–Mantingan, Novi Krisniawati, menjelaskan bahwa saat ini pekerjaan preservasi sedang berlangsung di ruas Palur–Sragen.
Lokasi tersebut dapat diakses dari Exit Tol Karanganyar atau Kebakkramat dengan arah menuju Sragen. Proyek ini merupakan paket pekerjaan jangka menengah yang telah berkontrak sejak 2025 dan direncanakan berlangsung selama tiga tahun hingga 2027.
Menurut Novi, salah satu pekerjaan yang sudah diselesaikan adalah pembangunan perkerasan kaku atau rigid pavement sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Perkerasan beton ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat yang kerap melintas di jalur tersebut.
"Iya betul (bebas banjir). Jadi memang di lokasi ini saat musim hujan datang air meluap dari sungai sebelah. Kalau dari kita itu kanan ya, itu saluran sungai yang dari BBWS meluap karena mungkin ada peralihan penggunaan lahan," kata Novi di Posko Jalur Palur-Sragen, Jawa Tengah, Kamis(12/3/2026).
Selain itu, sejumlah perlengkapan jalan seperti median dan kerb juga sedang dalam tahap penyelesaian.
Sebagian besar median jalan sudah terpasang, meski masih ada beberapa titik yang sedang dikerjakan oleh penyedia jasa, termasuk di sekitar STA awal pada kilometer 13.
Perbaikan jalan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas perkerasan, tetapi juga mengatasi persoalan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di kawasan tersebut.
Pada titik kilometer 13 hingga kilometer 15 dilakukan peninggian badan jalan (raising) karena lokasi tersebut kerap terdampak luapan air dari sungai di sisi jalan saat musim hujan.
“Di lokasi ini hampir setiap tahun terjadi banjir karena air meluap dari sungai di sebelah jalan. Salah satu penanganannya adalah dengan peninggian badan jalan agar genangan tidak lagi menutup jalur lalu lintas,” ujar Novi.
Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem Saat Lebaran, Jalur Mudik Alas Roban Dipantau Khusus
Novi memastikan bahwa setelah dilakukan peninggian jalan, kondisi lalu lintas kini jauh lebih aman. Bahkan selama periode hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 2025 hingga awal 2026, tidak lagi ditemukan genangan yang mengganggu arus kendaraan.
“Walaupun curah hujan cukup tinggi beberapa waktu terakhir, alhamdulillah di lokasi ini tidak terjadi banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Lalu lintas tetap berjalan lancar dan masyarakat sekitar juga merasa terbantu,” katanya.
Jalur Strategis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JALUR-MUDIK-BEBAS-BANJIR-sragen.jpg)