Kamis, 4 Juni 2026

Mudik Lebaran 2026

Macet Parah 35 Km di Pelabuhan Gilimanuk, 16 Orang Pemudik Pingsan di Jalan

Kemacetan bahkan mencapai wilayah Jembrana atau sekitar 45 hingga 50 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
PADAT - Suasana arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk H-5 Idul Fitri terpantau sangat padat, Senin 16 Maret 2026. 

Meskipun begitu, pemudik diharap untuk tertib aturan alias jangan ngeblonk atau menyerobot ke jalur lawan yang bisa memperparah kondisi kemacetan total nantinya.

Mengingat saat ini, arus kendaraan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar juga masih cukup padat.

ā€œKami imbau pemudik untuk tertib di antrean dan tidak menyerobot masuk ke jalur lawan karena bisa memperparah kemacetan,ā€ imbaunya. Ā 

Di sisi lain, personel kepolisian juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik.

Seperti di Pos Pelayanan Kesehatan yang berada di Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, serta sepanjang antrean sepeda motor di depan kawasan pertokoan Gilimanuk.Ā 

Tim Dokkes yang terdiri dari empat personel memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada para pemudik yang membutuhkan penanganan medis.

Petugas melakukan pemeriksaan fisik, pengecekan tanda vital, serta memberikan terapi sesuai dengan indikasi medis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pemudik tetap terjaga selama perjalanan menuju kampung halaman.

Mudik Sebelum 18 Maret

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus dapat merayakan Idulfitri dengan lancar.

Namun, pada tahun ini arus mudik bertepatan dengan rangkaian hari suci Nyepi di Bali. Sehingga pemudik diimbau mudik sebelum tanggal 18 Maret.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari kondisi pengemudi, kendaraan, hingga transportasi laut.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi seperti KSOP, TNI, Polri serta jajaran pemerintah kota untuk memastikan arus mudik berjalan dengan baik.

ā€œKarena berbarengan dengan rangkaian Nyepi, kami mengimbau agar mudik tidak dilakukan pada tanggal 18 Maret. Pada hari itu ada kegiatan Pangerupukan dan persiapan ogoh-ogoh. Harapannya semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap aman serta nyaman,ā€ kata Jaya Negara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Koordinasi dilakukan dengan TNI, Polri, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan serta para pemangku kepentingan di lapangan.Ā 

Pemkot juga membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang. Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved