Tidak Ditemukan Dokumen Kontrak, Pengadaan Perabotan di Rumah Dinas Wagub Babel Jadi Sorotan
Sejumlah meubelair di rumah dinas Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hellyana sempat dipindahkan ke gudang
Ringkasan Berita:
- Sejumlah meubelair di rumah dinas Wakil Gubernur Bangka Belitung sempat dipindahkan ke gudang setelah diperiksa Inspektorat.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar perabot masih layak pakai sehingga dikembalikan ke tempat semula.
- Pemerintah Provinsi Babel menegaskan pengadaan mobiler memiliki anggaran, tetapi prosesnya dilakukan oleh Biro Umum dan vendor.
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Pengadaan sejumlah meubelair di rumah dinas Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hellyana menjadi sorotan.
Meubelair adalah perabot atau barang-barang perlengkapan yang dapat dipindah-pindah biasanya digunakan untuk melengkapi rumah atau kantor.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar perabot lama masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.
Inspektorat Provinsi Bangka Belitung memastikan dalam pengadaan mobiler, tidak ditemukan dokumen kontrak atau perikatan hukum yang sah, baik berupa kontrak formal maupun Surat Perintah Kerja (SPK) untuk pengadaan nilai kecil.
"Kalau SPK saya tidak tahu, tapi rasanya tidak SPK karena itu belanja rutin. Saya Ketua Komisi 1 jadi coba tanya Wagub sebelum-sebelumnya, mereka sampai pilih sendiri meja kursi. Jadi tidak berupa SPK juga, berupa nota-nota pembelanjaan juga bisa, karena itu belanja rutin," ujar Hellyana, Senin (16/3/2026).
Selain itu saat dikonfirmasi terkait vendor, Hellyana mengungkapkan pengadaan mobiler dipastikan telah memiliki anggarannya.
"Itu sudah berhubungan langsung vendor dengan biro umum, saya tanya gorden ada gak anggarannya? Ada. Saya pikir sebagai pengganti kalau satu kotor, ada penggantinya karena ada anggarannya," tuturnya.
Namun Hellyana memastikan dirinya tidak terlibat lebih jauh, antara vendor dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Bangka Belitung terkait pengadaan mobiler tersebut.
"Itu sidah terhubung, antara Biro Umum dengan vendor, jadi saya tidak lagi mengurus di situ. Jadi saya hanya mendengar ketika vendor bilang belum dicairkan, lalu saya cek ke Biro Umum katanya tunggu persetujuan dan begitu seterusnya hingga tidak dicairkan sama sekali," jelasnya.
"Jadi prosesnya bukan tiba tiba, jadi anggaran Rp300 juta itu sudah ada gorden, kursi dan lainnya ada item yang sudah dianggarkan. Lalu disampaikan Biro Umum yang tidak ada itu, akan diusahakan di anggaran ABT waktu itu," tambahnya.
Baca juga: Bareskrim Ungkap Alasan Belum Tahan Wagub Babel Meski Sudah Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu
Sementara itu pihaknya juga menyoroti beberapa barang, seperti air conditioner hingga kasur yang baru diperbaiki.
"Kenapa tidak awal-awal, itukan ada anggarannya saya ini Ketua Komisi 1 jadi hapal lah saya," ungkapnya.
Dikembalikan Lagi
Namun, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah memasang kembali sejumlah barang ataupun perabotan yang ada.
Dari pantauan Bangkapos.com pun terlihat sejumlah sofa, air conditioner, televisi, hingga peralatan dapur telah tertata rapi disetiap sudut ruangan.
Kabag Perlengkapan Biro umum Pemprov Bangka Belitung, Gatmir mengatakan, sejumlah barang pun sudah dikembalikan setelah dibersihkan terlebih dahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rumah-Dinas-Wakil-Gubernur-Bangka-Belitung.jpg)