Senin, 13 April 2026

5 Populer Regional: Sosok Kapolresta Cilacap Masuk Daftar Penerima THR - Anak Anggota DPRD Tewas

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono terseret kasus pemerasan THR Bupati, sementara mahasiswi Maria Naibaho ditemukan tewas misterius

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam.
  • Dimulai dari Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, terseret kasus dugaan pemerasan THR terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan diketahui memiliki harta Rp2,3 miliar.
  • Kemudian ada seorang mahasiswi UNIMED bernama Maria Agustina Naibaho (22), anak anggota DPRD Tebing Tinggi, ditemukan tewas di kamar kosnya di Medan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari sosok Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono.

Namanya ikut terseret dalam kasus pemerasan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait Tunjangan Hari Raya (THR).

Kombes Pol Budi Adhy diketahui memiliki harta sebanyak Rp2,3 miliar.

Kemudian ada kasus anak anggota DPRD Tebing Tinggi ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Kota Medan, Sumatra Utara.

Korban bernama Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Kematian korban masih diselimuti misteri, keluarga menilai tewasnya Maria janggal sehingga meminta polisi turun tangan.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sosok Kombes Budi Adhy Buono, Kapolresta Cilacap Masuk Daftar Penerima THR Bupati, Hartanya Rp2,3 M

KASUS PEMERASAN - (Kiri) Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam dan (Kanan) Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono.
KASUS PEMERASAN - (Kiri) Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam dan (Kanan) Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono. (Kolase Tribunnews.com/Kolase: Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama dan Dok. Polresta Cilacap)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar pihak-pihak yang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Bupati Cilacap Syamsul sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (KPK) pada Jumat (13/3/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melakukan pemerasan terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk setor THR.

THR tersebut kemudian Bupati Cilacap Syamsul bagikan ke sejumlah instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu menjelaskan, salah satunya adalah Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono.

"Diperoleh informasi bahwa uang tersebut bahkan sudah di goodie bag ya itu untuk Forkopimda. Salah satu Forkopimda itu adalah Polres gitu ya. Kapolres di situ (Cilacap)," katanya, dikutip dari kanal YouTube KPK RI, Senin (16/3/2026).

Asep melanjutkan, setiap goodie bag berisi jumlah uang berbeda-beda, ada yang Rp20 juta hingga Rp100 juta.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved