Bos Es Krim Dibacok Pedagang Balon di Bengkulu, Begini Keterangan Saksi
Korban yang datang sendirian tidak sempat menyadari bahwa YS sudah membawa senjata tajam.
Ringkasan Berita:
- Seorang pedagang balon berinisial YS membacok bos es krim, AM, di Kepahiang setelah terjadi keributan di lokasi.
- Korban mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan polisi untuk diperiksa.
TRIBUNNEWS.COM, KEPAHIANG - Seorang pedagang balon berinisial YS membacok bos es krim, AM di Jalan Lintas Kepahiang, tepatnya di depan toko Duta Gallery, Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pada Senin (16/3/2026).
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula saat AM datang ke lokasi menggunakan kendaraan.
Setibanya di tempat kejadian, AM langsung turun dan diduga hendak memukul YS yang saat itu sedang berjualan di sekitar lokasi.
Seorang pedagang mainan di lokasi, Yohan, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan tersebut.
Namun ia melihat AM sempat mendatangi YS dan mencoba melakukan pemukulan.
"Kalau pastinya kurang tahu, tapi saat korban tiba tadi langsung ingin meninju YS yang saat itu sedang berjualan," ungkap Yohan kepada TribunBengkulu.com, Senin (16/3/2026).
Saat kejadian, kondisi parkiran di sekitar toko sedang ramai oleh pengunjung yang datang.
Yohan mengaku baru menyadari adanya keributan ketika suasana mulai gaduh.
"Memang lagi ramai kejadian itu, kami juga melihat keributan saat sudah terjadi," tambahnya.
Keributan yang terjadi membuat situasi semakin memanas.
YS yang diduga terpancing emosi kemudian mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang AM.
Baca juga: Polisi Periksa Kejiwaan Mahasiswa yang Bacok Mahasiswi di UIN Riau
Korban yang datang sendirian tidak sempat menyadari bahwa YS sudah membawa senjata tajam. Akibatnya, AM terkena bacokan dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam toko Duta Gallery.
Pemilik toko Duta Gallery Rozi mengatakan, peristiwa penyerangan awalnya terjadi di luar toko sebelum korban berlari masuk untuk meminta pertolongan.
"Kejadiannya itu di luar toko, tapi korban berlari ke dalam toko untuk meminta bantuan," kata Rozi.
Namun terduga pelaku tetap mengejar korban hingga ke dalam toko. Di dalam toko itulah korban akhirnya tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat karena pelaku masih memegang senjata tajam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pembacokan1231.jpg)