5 Populer Regional: Profil Kombes Ardiyanto Diduga Peras Tersangka - Ledakan di Masjid Jember
Perwira Polda NTT diduga memeras tersangka Rp375 juta, sementara ledakan misterius terjadi di masjid Jember saat tarawih dan masih diselidiki.
Ringkasan Berita:
- Populer regional adalah berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dimulai seorang perwira Polda NTT, Kombes Pol Ardiyanto Tejo Baskoro, diperiksa Mabes Polri karena diduga bersama enam anggotanya melakukan pemerasan terhadap tersangka hingga Rp375 juta.
- Kemudian ada ledakan misterius terjadi di Masjid Raya Pesona, Jember, saat salat tarawih, dengan sumber awal diduga dari papan besi di depan kamar mandi namun masih dalam penyelidikan.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari dugaan pemerasan di lingkungan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang perwira polisi bernama Kombes Pol Ardiyanto Tejo Baskoro (TB) yang menjabat Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba), diperiksa oleh Mabes Polri di Jakarta.
Ia bersama 6 anggotanya diduga lakukan pemerasan terhadap tersangka hingga Rp375 juta.
Kemudian ada ledakan misterius yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin malam (16/3/2026).
Ledakan terdengar saat jemaah masjid sedang khusyuk menjalankan ibadah salat tarawih.
Titik awal ledakan diduga berasal dari sebuah papan besi yang berada di depan kamar mandi masjid. Namun, dugaan tersebut masih dalam tahap analisa oleh tim penyelidik.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Profil Kombes Ardiyanto TB, Diresnarkoba Polda NTT Diduga Peras Tersangka, Hartanya Rp934 Juta
Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terjerat dugaan pemerasan terhadap tersangka kembali terulang.
Terbaru, seorang perwira polisi Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa kasus pemerasan.
Identitasnya diketahui bernama Kombes Pol Ardiyanto Tejo Baskoro (TB).
Ia menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba).
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan yang bersangkutan sedang di Jakarta.
"Ya, sedang diperiksa di Divisi Propam Mabes Polri. Saat ini masih menjalani pemeriksaan di sana," katanya, dikutip dari Pos-Kupang.com, Selasa (17/3/2026).
Dugaan sementara terkait kasus Kombes Pol Ardiyanto, ia bersama 6 anggotanya memeras dua tersangka dengan total Rp375 juta.
Para oknum polisi sudah menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda NTT.
Dalam waktu dekat, mereka akan menjalani sidang etik Polri.
"Penyidik pembantu Ditresnarkoba Polda NTT diperiksa di Polda NTT dan masih menunggu sidang kode etik,” jelasnya.
Kombes Pol Henry dalam kesempatannya menegaskan Polda NTT berkomitmen menindak tegas personil yang bersalah.
“Hal itu sebagai langkah tegas dan bukti keseriusan institusi Polri dalam melakukan pembenahan internal,” tandasnya.
Profil Kombes Ardiyanto
Dikutip dari unggahan Instagram @biro.sdmpoldasultra, diketahui Ardiyanto lahir pada 6 Oktober.
Ia mengawali karier kepolisian setelah lulus Akademi Polisi 1997.
2. Arus Mudik via Pelabuhan Gilimanuk Bali Masih Padat Merayap Selasa Pagi, Kendaraan Mengular
Arus mudik Lebaran mulai meningkat di berbagai jalur transportasi belakangan ini.
Tak hanya di jalan tol dan terminal bus, kepadatan terlihat di sejumlah pelabuhan penyeberangan yang dipadati pemudik menuju kampung halaman.
Seperti di Pelabuhan Gilimanuk Bali yang terpantau padat merayap, dipenuhi kendaraan pada Selasa (17/3/2026) pagi.
Pelabuhan Gilimanuk merupakan sebuah pelabuhan feri yang berada di area Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.
Pelabuhan tersebut, menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa via perhubungan laut (Selat Bali).
Berdasarkan pantauan video update suasana pelabuhan Gilimanuk yang diunggah di kanal YouTube LST Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali, banyak kendaraan mobil pribadi maupun transportasi umum memenuhi area pelabuhan.
Dari visualisasi udara pada Selasa pagi pukul 07.40 WITA, tampak mobil, bus, dan truk-truk antre mengular hingga luar pelabuhan.
Sebelumnya, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan memang sudah padat sejak Minggu (15/3/2026).
Bahkan, malam harinya, antrean kendaraan mengular sampai wilayah Buleleng, tepatnya di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.
Hingga Senin (16/3/2026), antrean kendaraan masih terus terjadi di jalur menuju pelabuhan penyeberangan Bali–Jawa itu.
Dilansir Tribun-Bali.com, pada Senin pagi, antrean sudah mencapai kawasan pemukiman di Tegal Bunder.
Bila dihitung dari jarak menuju Gilimanuk, panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar tujuh kilometer.
3. Bos Es Krim Dibacok Pedagang Balon di Bengkulu, Begini Keterangan Saksi
Seorang pedagang balon berinisial YS membacok bos es krim, AM di Jalan Lintas Kepahiang, tepatnya di depan toko Duta Gallery, Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pada Senin (16/3/2026).
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula saat AM datang ke lokasi menggunakan kendaraan.
Setibanya di tempat kejadian, AM langsung turun dan diduga hendak memukul YS yang saat itu sedang berjualan di sekitar lokasi.
Seorang pedagang mainan di lokasi, Yohan, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan tersebut.
Namun ia melihat AM sempat mendatangi YS dan mencoba melakukan pemukulan.
"Kalau pastinya kurang tahu, tapi saat korban tiba tadi langsung ingin meninju YS yang saat itu sedang berjualan," ungkap Yohan kepada TribunBengkulu.com, Senin (16/3/2026).
Saat kejadian, kondisi parkiran di sekitar toko sedang ramai oleh pengunjung yang datang.
Yohan mengaku baru menyadari adanya keributan ketika suasana mulai gaduh.
"Memang lagi ramai kejadian itu, kami juga melihat keributan saat sudah terjadi," tambahnya.
4. Prediksi Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak 18 Maret, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Pengamanan
Prediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten jatuh pada Rabu 18 Maret 2026.
Pelabuhan Merak adalah pelabuhan penyeberangan utama di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra melalui Selat Sunda.
Pelabuhan ini dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan menjadi jalur vital bagi arus mudik, terutama saat Lebaran.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, Tim Itwasum Polri melakukan pengecekan intensif terhadap posko pengamanan dan personel kepolisian di lapangan.
ASDP Prediksi Puncak Lonjakan 18–19 Maret
Pergerakan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera pada H-5 Lebaran 2026 masih terpantau relatif landai.
Aktivitas kendaraan dan penumpang di kawasan Pelabuhan Merak hingga Senin (16/3/2026) siang belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang biasanya terjadi menjelang puncak arus mudik.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pihaknya memprediksi lonjakan penumpang dan kendaraan di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni baru akan terjadi pada Rabu (18/3/2026).
5. Warga Kaget Terjadi Ledakan Saat Salat Tarawih di Masjid di Jember, Diduga Bersumber dari Ini
Polisi memeriksa saksi-saksi terkait ledakan di area Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin malam (16/3/2026).
Ledakan tersebut terjadi ketika warga setempat sedang melaksanakan salat tarawih.
Hingga Selasa dini hari (17/3/2026), tim Gegana masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab ledakan yang terjadi di dalam area masjid tersebut.
Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan awal. Buat sementara, area sekitar lokasi ledakan telah dipasangi garis polisi guna mengamankan lokasi.
"Kami telah menetapkan status quo beberapa meter, dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat di lokasi ledakan tersebut," ujarnya.
Menurut Angga, langkah sterilisasi juga dilakukan agar masjid tidak digunakan sementara waktu selama proses penyelidikan berlangsung.
"Lokasi ini akan dilakukan sterilisasi masjid supaya tidak digunakan selama proses penyelidikan berlangsung," kata dia.
Polisi belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan karena proses penyelidikan masih pada tahap awal. Tim investigasi masih melakukan analisis lanjutan terhadap sejumlah temuan di lokasi.
"Dugaan sementara kami belum bisa menyimpulkan karena masih awal, sehingga menunggu olah TKP lanjutan," jelas Angga.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.