Kamis, 9 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Program MBG Dongkrak Pendapatan UMKM, Usaha Rumahan di Cilacap Kebanjiran Pesanan

Program MBG dorong UMKM naik omzet dan kurangi beban keluarga, riset UI ungkap dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi

Para relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini memperoleh penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu. Angka ini dinilai signifikan, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Selain itu, para pekerja juga merasakan penghematan karena tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi serta mendapatkan konsumsi selama bekerja, sehingga kondisi ekonomi mereka menjadi lebih stabil.

Penelitian juga menemukan adanya penurunan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga miskin penerima manfaat MBG.

“Keluarga merasa terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk kebutuhan makan anak-anak di sekolah,” kata Fentiny.

Dampak positif juga dirasakan pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok program MBG. Sejumlah pelaku usaha mengalami peningkatan pendapatan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung peran mereka sebagai produsen atau distributor.

Meski demikian, penelitian ini juga mencatat sejumlah kendala, terutama keterbatasan modal yang membuat sebagian UMKM belum mampu memenuhi permintaan dalam skala besar.

Karena itu, tim peneliti merekomendasikan adanya dukungan lebih lanjut berupa pembinaan usaha, akses permodalan, serta pelatihan manajerial agar UMKM dapat berkembang lebih optimal.

Penelitian yang dilakukan di wilayah Tangerang Selatan, Depok, dan Jakarta Timur ini menyimpulkan bahwa program MBG memiliki dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan pendapatan hingga pengurangan beban ekonomi keluarga.

Dalam jangka panjang, program ini juga dinilai berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik bagi anak-anak.

“Anak-anak dengan gizi yang baik akan tumbuh lebih optimal dan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan,” ujar Fentiny.

Temuan ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat peran program MBG sebagai instrumen pengentasan kemiskinan berbasis kesejahteraan sosial.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved