Isu Kenaikan Harga BBM, Antrean Mengular di SPBU Sejumlah Daerah Sejak Pagi Hari
Isu kenaikan harga BBM picu panic buying, antrean panjang kendaraan di SPBU daerah sejak pagi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian terus dilakukan untuk mengatur antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Dengan pengawasan intensif dan optimalisasi distribusi, Pertamina berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar di tengah tingginya mobilitas pasca-Lebaran.
Baca juga: Isu Harga BBM Naik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi Harga per 1 April 2026
Isu BBM Naik Picu Panic Buying di Padang
Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Padang, Sumatera Barat, terjadi akibat isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di media sosial. Kondisi ini memicu panic buying di tengah masyarakat sejak beberapa hari terakhir.
Pengawas SPBU 14251519 Sawahan, Padang Timur, Dasvid Rian, mengungkapkan antrean sudah berlangsung selama tiga hari terakhir, bahkan terjadi sejak pagi hingga malam hari.
“Kalau melihat peningkatan antrean ini, tidak terlepas dari isu yang berkembang di media sosial terkait kenaikan harga BBM,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Antrean didominasi kendaraan yang mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. Pada pukul 11.30 WIB, antrean kendaraan di SPBU tersebut mencapai sekitar 50 meter, dengan sedikitnya 20 unit mobil ikut mengantre, mulai dari kendaraan pribadi hingga angkutan umum dan barang.
Meski antrean panjang terjadi, Dasvid memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi normal. Ia menyebut stok Pertalite mencapai 32.000 kiloliter, sementara Pertamax sekitar 16.000 kiloliter.
“Jumlah itu normal, distribusi sempat terhambat cuaca, tapi sejak Lebaran pasokan masih aman,” jelasnya.
Salah satu pengendara, Arisman (45), mengaku terpaksa mencari SPBU lain karena lokasi dekat rumahnya juga dipadati antrean. Ia menyebut kondisi hari ini jauh lebih ramai dibanding biasanya.
“Awalnya saya mau isi di dekat rumah, tapi ramai. Di sini ternyata sama saja,” katanya.
Sementara itu, pengendara lain, Anton (50), mengaku sengaja mengisi penuh tangki sebagai langkah antisipasi di tengah isu kenaikan harga BBM.
“Kalau saya antisipasi saja. Soalnya ada info kenaikan harga, ditambah konflik di Timur Tengah belum mereda,” ujarnya.
Ia bahkan membawa jeriken untuk menyimpan cadangan BBM, jika diperbolehkan oleh petugas.
Di sisi lain, Pertamina menegaskan bahwa informasi mengenai kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak benar. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, memastikan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per April 2026.
Situasi ini menunjukkan bagaimana cepatnya penyebaran informasi di media sosial dapat memengaruhi perilaku masyarakat, meski belum tentu didukung fakta resmi.
Baca juga: Harga BBM Non-subsidi Berpotensi Naik, Ekonom: Kalau Bisa Naiknya Jangan Lebih dari Rp 2.000/Liter