Sabtu, 18 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara, Warga Ternate Panik hingga Mengungsi ke Perbukitan

Gempa M7,6 di Bitung picu panik warga hingga Ternate. Air laut sempat surut, BMKG keluarkan peringatan tsunami

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/dok Tribun Ternate
GEMPA BUMI - Bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan gempa, Kamis (2/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dan terasa kuat hingga Maluku Utara, memicu kepanikan warga yang berhamburan menyelamatkan diri
  • Fenomena air laut surut sempat menimbulkan kekhawatiran tsunami, membuat warga mengungsi ke daerah lebih tinggi
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini, sementara sejumlah bangunan di Ternate dilaporkan rusak

TRIBUNNEWS.COM, TERNATE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, mengguncang kuat sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.

Getaran gempa yang terasa cukup lama membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sebagian warga bahkan tidak sempat membawa barang berharga karena lebih memilih segera mencari tempat aman.

Kepanikan semakin meningkat ketika air laut di sejumlah titik dilaporkan sempat surut.

Fenomena tersebut memicu kekhawatiran akan potensi tsunami, sehingga warga berinisiatif mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

Di beberapa kawasan, masyarakat terlihat bergerak menuju area perbukitan dan dataran tinggi untuk menghindari risiko gelombang laut.

Baca juga: 10 Wilayah Berstatus Siaga Tsunami Buntut Gempa M 7,6 Guncang Bitung Sulawesi Utara

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan lokasi di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.

Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Peringatan ini disertai estimasi waktu kedatangan gelombang di sejumlah daerah terdampak.

Sejumlah wilayah ditetapkan dalam status Siaga, yakni: Kota Ternate, Halmahera,  Kota Tidore,  Kota Bitung,  Minahasa bagian selatan,  Minahasa Selatan bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Sementara itu, beberapa wilayah lainnya berada dalam status Waspada, meliputi kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah.

Warga diminta segera menjauhi kawasan pesisir dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta BMKG.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial, guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Hingga perkembangan terakhir, kondisi di sejumlah wilayah mulai berangsur kondusif, meski sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara sebagai langkah antisipasi.

Di Ternate dilaporkan sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya sebuah gereja di Kecamatan Batang Dua serta satu unit rumah warga di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan gempa. (Tribun Ternate/Iga Almira Rugaya Assagaf)

 

Artikel ini telah tayang di TribunTernate.com dengan judul Dampak Gempa M 7,6 Bangunan Gereja di Batang Dua dan Rumah Warga di Ternate Selatan Rusak Berat

Sumber: Tribun Ternate
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved