Selasa, 7 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Alasan BMKG Akhiri Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa M 7,6 di Bitung Sulut

BMKG menyatakan status peringatan dini tsunami telah berakhir paska gempa magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4/2026).

Tribun Manado/Rhendi Umar
GEMPA BUMI - Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). BMKG menyatakan, status peringatan dini tsunami telah berakhir paska gempa magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Status peringatan dini tsunami paska gempa magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) kini telah dicabut. 
  • Meski demikian, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi.
  • Sebelumnya, ada sebanyak 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami akibat gempa M 7,6 di Bitung.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terkini paska gempa magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4/2026).

Pascagempa Bitung, sejumlah bangunan rusak dan satu korban meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan di kompleks Kantor KONI Sulut.

BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara berada dalam status siaga potensi tsunami menyusul gempa bumi di dua provinsi tersebut.

Beberapa jam setelah peristiwa gempa, kini BMKG menyatakan status peringatan dini tsunami telah berakhir.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di beberapa wilayah yang terdampak, tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Kamis.

Saat ini, lanjut Faisal, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. 

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Aqil Ihsan, mengatakan ada sebanyak 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami akibat gempa Bitung.

Status tersebut, menyusul adanya gempa yang berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar, dapat mengganggu kolom air laut dan memicu gelombang.

Dari informasi BMKG, gelombang tsunami terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara setinggi 0,3 meter.

Selain di Halmahera Barat, tsunami juga terjadi di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.

Baca juga: Penjelasan BMKG soal Gempa Sulut dan Potensi Tsunami hingga 3 Meter di Ternate, Tidore dan Halmahera

Aqil lantas mengatakan, ada 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami, yakni:

  1. Kota Ternate
  2. Halmahera
  3. Kota Tidore
  4. Kota Bitung
  5. Minasa bagian Selatan
  6. Minahasa Selatan bagian selatan
  7. Minahasa Utara bagian selatan
  8. Kepulauan Sangihe 
  9. Minahasa Utara bagian utara
  10. Bolaang Mongondow bagian selatan

Dalam kesempatan tersebut, Aqil pun meminta agar masyarakat tetap waspada karena kemungkinan gempa susulan bisa terjadi.

Baca juga: Setelah Gempa Bitung, Status Siaga dan Waspada Tsunami Akan Dicabut, BMKG: Warga Tak Perlu Panik

Kesaksian Warga saat Gempa

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi.

Adapun pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung Sulut dengan kedalaman 62 kilometer dan berpotensi tsunami.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved