Sabtu, 11 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Daerah Terdampak Gempa Bitung dan Tsunami, Minahasa Utara Alami Kenaikan Muka Air

Gempa M 7,6 Bitung picu tsunami di Sulut-Malut. Minahasa Utara tertinggi, warga panik, korban jiwa dan kerusakan dilaporkan.

Ringkasan Berita:
  • Gempa magnitudo 7,6 yang berpusat di Bitung memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
  • Minahasa Utara menjadi daerah dengan tinggi tsunami tertinggi, sementara Bitung, Belang, Halmahera Barat, Sidangoli, dan Ternate turut terdampak.
  • Selain korban jiwa, kerusakan bangunan dan kepanikan warga juga dilaporkan di beberapa wilayah.

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara mulai terpetakan sebagai daerah terdampak usai gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di Kota Bitung pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB, memicu tsunami dengan ketinggian bervariasi di sejumlah titik pesisir.

Wilayah yang terdampak tidak hanya merasakan guncangan kuat, tetapi juga mengalami kenaikan muka air laut serta kerusakan infrastruktur.

Data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan daerah terdampak tersebar mulai dari Bitung, Minahasa Utara, Belang, Halmahera Barat, Sidangoli, hingga Ternate.

Di antara wilayah terdampak, Minahasa Utara tercatat menjadi daerah dengan tinggi tsunami tertinggi, yakni mencapai 0,75 meter.

Sementara itu, Belang mengalami kenaikan muka air laut 0,68 meter, Sidangoli sebesar 0,35 meter, Halmahera Barat 0,3 meter, dan Bitung sendiri tercatat 0,2 meter.

Meski tinggi gelombang tsunami tercatat di bawah satu meter, kondisi ini tetap memicu kewaspadaan tinggi, terutama di wilayah pesisir yang rawan terdampak limpasan air laut dan gelombang susulan.

Selain terdampak tsunami, sejumlah wilayah juga dilaporkan merasakan guncangan gempa dengan intensitas kuat.

Kota Bitung dan Kota Ternate menjadi dua daerah yang disebut mengalami guncangan sangat kuat dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik.

Guncangan tersebut memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: Update Gempa Sulawesi Utara: Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Terjadi 93 Kali Gempa Susulan

Aparat BPBD bersama dinas terkait di berbagai daerah kini masih melakukan monitoring, asesmen, dan koordinasi penanganan darurat.

Kerusakan dan Korban

Dari laporan awal yang dihimpun hingga pukul 08.00 WIB, dampak kerusakan infrastruktur mulai teridentifikasi di sejumlah wilayah.

Di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, tercatat satu unit tempat ibadah mengalami kerusakan.

Sementara di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, dilaporkan dua unit rumah warga rusak akibat dampak gempa.

Tak hanya kerusakan bangunan, peristiwa ini juga menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan di antara reruntuhan Gedung Koni, Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara. Korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved