Selasa, 14 April 2026

Penampakan Rumah Berukuran 3x6 yang Dihuni 12 Orang Cileunyi, Dinding dari Bilik Bambu Nyaris Roboh

Sebuah keluarga di Bandung, hidup di sebuah rumah tak layak huni yang nyaris roboh. Rumah berukuran 3x6 itu bahkan dihuni oleh 12 orang.

TribunJabar.id/Adi Ramadhan Pratama
RUMAH TAK LAYAK - Rumah tidak layak huni di Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat 3 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Sebuah keluarga di Kecamatan Cileunyi, Bandung, hidup di sebuah rumah tak layak huni yang nyaris roboh.
  • Rumah berukuran 3x6 itu bahkan dihuni oleh 12 orang dari 3 kepala keluarga (KK).
  • Lantai rumah itu masih berupa tanah yang hanya ditutup spanduk bekas agar tidak becek ketika hujan.

TRIBUNNEWS.COM - Di berbagai sudut Indonesia, masih banyak ditemukan rumah kecil yang dihuni oleh belasan orang dalam kondisi memprihatinkan, rapuh, sempit, dan nyaris roboh. 

Fenomena ini bukan sekadar persoalan individu atau keluarga, melainkan cerminan nyata dari krisis hunian layak yang masih menjadi pekerjaan besar bangsa.

Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi setiap warga negara. 

Namun, bagi sebagian masyarakat, fungsi dasar tersebut tidak terpenuhi.

Seperti yang dialami sebuah keluarga di Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sebuah rumah yang nyaris roboh dihuni 12 orang dari 3 kepala keluarga (KK).

rumah tak layak huni di bandung
RUMAH TAK LAYAK - Rumah tidak layak huni di Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat 3 April 2026.

Ironisnya lagi, ukuran rumah itu hanya 3x6 meter. 

Penghuni rumah, Saparudin (58) mengatakan, ia bersama keluarga telah menetap di rumah tersebut sejak tahun 2000.

Mulanya, kondisi rumah baik-baik saja. Namun, pada 2013, kondisinya mulai mengkhawatirkan.

Dinding rumah itu terbuat dari bilik bambu. Saat ini, kondisinya sudah banyak berlubang dan keropos.

Sementara lantai rumah itu masih berupa tanah yang hanya ditutup spanduk bekas agar tidak becek ketika hujan.

Baca juga: Prabowo  Pastikan Rumah Subsidi dan Renovasi Rumah Tak Layak Huni Terus Diperluas

Saat hujan turun disertai angin, keluarga itu diselimuti kekhawatiran.

"Iya, gini saja kondisinya. Bilik dan ini mau roboh, di dalamnya juga sudah keropos. Jadi  takut kalau di dalam, apalagi hujan angin di malam hari. Tapi mau bagaimana lagi," ujarnya kepada TribunJabar.id, Jumat (3/4/2026).

Diungkapkan Saparudin, 12 orang termasuk dirinya hidup berhimpitan setiap hari di rumah nyaris roboh itu.

Tiga keluarga tersebut terpaksa berbagi ruang untuk tidur, beristirahat, dan beraktivitas.

Saat tidur, mereka harus bersempit-sempitan bak ikan pindang.

"Sebenarnya sempit. Namanya juga bertumpukan. Tapi ya balik lagi, kalau tidak di sini di mana lagi."

"Apalagi kalau tidur, bisa dibilang kayak ikan pindang tumpuk-tumpukan semua di sini," tandas dia.

Ketika hujan turun, sebagian atap rumah bocor.

Kendati demikian, keluarga tak ada yang berani memperbaiki. Sebab, khawatir bangunan justru ambruk saat dinaiki.

Sehari-hari, Saparudin bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. 

Penghasilannya pun tak menentu. Ia hanya bekerja ketika ada warga yang meminta bantuannya.

Meski uang yang diterimanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun ia tetap bersyukur.

"Iya gini saja, saya kerja serabutan. Cukup engga cukup mau gimana lagi. Cuma bisa bersyukur aja," ucapnya.

Akan Dibangun

Rumah tidak layak huni di Kampung Babakan Cikeruh
RUMAH TAK LAYAK - Rumah tidak layak huni di Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat 3 April 2026.

Setelah kondisi rumah Saparudin ramai menjadi perbincangan, Pemerintah Desa Cimekar buka suara.

Kepala Desa Cimekar, Iwan Dharmawan memastikan rumah tersebut masuk dalam daftar penerima program rumah tidak layak huni (rutilahu).

Rencananya, rumah tersebut akan segera dibangun.

Iwan menuturkan, berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Bandung, rumah itu awalnya dijadwalkan mendapatkan bantuan dari program rutilahu pada tahap kedua.

"Tapi setelah viralnya kasus tersebut, pihak kabupaten, sudah beberapa kali berkunjung ke sana. Alhamdulillah tadi sudah disurvei dan diukur," ujarnya kepada TribunJabar.id, Jumat (3/4/2026).

Setelah disurvei dan diukur, perbaikan rumah tersebut akan segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung pada Senin (6/4/2026).
 
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kisah Pilu Saparudin di Cileunyi: 13 Tahun Tidur Berhimpitan Bak Ikan Pindang di Rumah Nyaris Roboh

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJabar.id/Adi Ramadhan Pratama)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved