Rabu, 29 April 2026

Harga Plastik Melejit

Pedagang Bubur Kurangi Porsi Takaran, Belanja di Bawah Rp 5.000 Tak Dapat Plastik

Para pedagang harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
tribunkalteng.com/Kolase: Muhammad Iqbal Zulkarnain
HARGA PLASTIK NAIK - (kiri dan kanan) Penjual Bubur Ayam Khas Banjar di Simpang Empat Jalan Antang, Palangka Raya yang sedang melayani pembelinya, Selasa (7/4/2026) pagi. (tengah) Toko plastik di Rumbai, Pekanbaru membuat pengumuman soal kenaikan harga plastik baru-baru ini. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik kemasan yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan.
  • Mereka mengaku harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.
  • Untuk menyiasati tambahan biaya, Misran memilih mengurangi sedikit takaran.


TRIBUNNEWS.COM, PALANGKA RAYA - Sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik kemasan yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan.

Mereka mengaku harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.

Baca juga: Harga Plastik Naik, Zulhas Pastikan Stok Beras Tetap Aman

Misran (52), penjual bubur ayam khas Banjar yang sehari-harinya berjualan di simpang empat Jalan Antang, kawasan Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya salah satunya.

Misran sudah berjualan bubur ayam sejak Oktober 2017.

Namun baru kali ini dia menghadapi lonjakan harga kemasan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Meski biaya produksi naik, Misran belum berani kembali menaikkan harga jual terlalu tinggi.

 

Toko Plastik di Pekanbaru_4
HARGA PLASTIK NAIK - Toko plastik di Rumbai, Pekanbaru membuat pengumuman soal kenaikan harga plastik baru-baru ini.

 

Saat ini bubur ukuran kecil dijual Rp 14 ribu, sedangkan ukuran besar Rp 18 ribu.

Sebelumnya, harga sudah sempat naik dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu untuk porsi kecil, dan dari Rp 17 ribu ke Rp 18 ribu untuk porsi besar.

"Ada aja keuntungan, tapi kan kita baru naik. Takutnya kaget orang kalau kita menaikkan harga lagi," katanya.

Untuk menyiasati tambahan biaya, Misran memilih mengurangi sedikit takaran.

Biasanya porsi kecil diisi dua centong lebih sedikit, kini menjadi dua centong pas.

Sedangkan porsi besar yang biasanya tiga centong lebih, kini cukup tiga centong.

"Kalau tidak begitu sebenarnya ada aja untungnya, cuma menipis," ujarnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved