Harga Plastik Melejit
Pedagang Bubur Kurangi Porsi Takaran, Belanja di Bawah Rp 5.000 Tak Dapat Plastik
Para pedagang harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik kemasan yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan.
- Mereka mengaku harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.
- Untuk menyiasati tambahan biaya, Misran memilih mengurangi sedikit takaran.
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKA RAYA - Sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik kemasan yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan.
Mereka mengaku harus bisa berinovasi agar kenaikan harga plastik tidak membuat dagangannya merugi.
Baca juga: Harga Plastik Naik, Zulhas Pastikan Stok Beras Tetap Aman
Misran (52), penjual bubur ayam khas Banjar yang sehari-harinya berjualan di simpang empat Jalan Antang, kawasan Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya salah satunya.
Misran sudah berjualan bubur ayam sejak Oktober 2017.
Namun baru kali ini dia menghadapi lonjakan harga kemasan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
Meski biaya produksi naik, Misran belum berani kembali menaikkan harga jual terlalu tinggi.
Saat ini bubur ukuran kecil dijual Rp 14 ribu, sedangkan ukuran besar Rp 18 ribu.
Sebelumnya, harga sudah sempat naik dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu untuk porsi kecil, dan dari Rp 17 ribu ke Rp 18 ribu untuk porsi besar.
"Ada aja keuntungan, tapi kan kita baru naik. Takutnya kaget orang kalau kita menaikkan harga lagi," katanya.
Untuk menyiasati tambahan biaya, Misran memilih mengurangi sedikit takaran.
Biasanya porsi kecil diisi dua centong lebih sedikit, kini menjadi dua centong pas.
Sedangkan porsi besar yang biasanya tiga centong lebih, kini cukup tiga centong.
"Kalau tidak begitu sebenarnya ada aja untungnya, cuma menipis," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pedagang-Bubur-Ayam-di-Banjar-Pekanbaru.jpg)